Arus Balik Pelabuhan Banjarmasin H+4 Lebaran Capai 1.009 Orang, Puncak Diprediksi Akhir Pekan

Arus balik di Pelabuhan Banjarmasin mulai menunjukkan pergerakan signifikan pada H+4 Lebaran 2026. KSOP Banjarmasin mencatat 1.009 penumpang tiba, dengan puncak diperkirakan akhir pekan, dipengaruhi kebijakan kerja fleksibel.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Arus Balik Pelabuhan Banjarmasin H+4 Lebaran Capai 1.009 Orang, Puncak Diprediksi Akhir Pekan
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin mencatat pergerakan arus balik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan kedatangan 1.009 penumpang, puncak arus balik Pelabuhan Banjarmasin diprediksi akhir pekan. (AntaraNews)

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatat dimulainya fase arus balik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pergerakan ini terpantau pada H+4 Lebaran 2026 atau tepatnya tanggal 25 Maret, dengan kedatangan 1.009 penumpang. Mereka tiba menggunakan KM Dharma Rucitra I yang berlayar dari Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur.

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan bahwa jumlah penumpang yang datang ini menjadi indikator awal. Angka tersebut setara dengan sekitar 9,22 persen dari total arus mudik sebelumnya yang mencapai 10.950 penumpang. Heri juga menambahkan bahwa jumlah penumpang yang datang relatif berimbang dengan keberangkatan menuju Surabaya, sehingga arus dua arah masih terkendali.

Pola arus balik tahun ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda, tidak langsung melonjak pada fase awal seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) yang diterapkan. Fleksibilitas ini memberikan keleluasaan bagi masyarakat dalam menentukan waktu kembali setelah masa libur Lebaran.

Heri Purwanto dari KSOP Banjarmasin mengonfirmasi bahwa pergerakan arus balik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin telah dimulai secara bertahap. Kedatangan 1.009 penumpang pada H+4 Lebaran menandai awal dari fase kepulangan para pemudik. Jumlah ini menunjukkan bahwa arus balik mulai mengalir, meskipun belum mencapai puncaknya.

Pola arus balik tahun ini menunjukkan kecenderungan yang tidak langsung melonjak secara signifikan pada fase awal, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Heri Purwanto menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak positif dari kebijakan kerja fleksibel. Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk mengatur jadwal kepulangan mereka.

Kebijakan work from anywhere (WFA) memberikan keleluasaan besar bagi masyarakat. Mereka tidak terburu-buru kembali ke tempat kerja atau domisili, sehingga arus balik menyebar. Hal ini efektif mencegah penumpukan penumpang yang berlebihan di Pelabuhan Banjarmasin pada hari-hari awal setelah Lebaran.

KSOP Banjarmasin memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini, khususnya pada hari Sabtu, 28 Maret. Peningkatan kedatangan penumpang yang signifikan diperkirakan akan berlangsung pada hari tersebut dan berlanjut pada hari berikutnya. Proyeksi ini menjadi dasar bagi langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi, KSOP bersama instansi terkait telah mengoperasikan posko terpadu. Posko ini beroperasi selama 24 jam penuh di area Pelabuhan Banjarmasin. Tujuannya adalah memastikan kelancaran pelayanan, pengaturan arus, dan keselamatan pelayaran bagi seluruh penumpang.

Kepala KSOP Heri Purwanto menegaskan kesiagaan penuh seluruh petugas yang berjaga di posko. Mereka berkomitmen untuk memastikan semua penumpang dapat terlayani dengan baik, aman, dan nyaman. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan di terminal pelabuhan, menjaga ketertiban dan kenyamanan.

Selain itu, Heri juga mengingatkan para penumpang untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama perjalanan. Ini termasuk aturan mengenai barang bawaan serta prosedur keselamatan yang harus ditaati selama berada di pelabuhan maupun di kapal. Kepatuhan ini krusial demi keamanan dan kelancaran perjalanan arus balik.

Salah seorang penumpang arus balik bernama Warno membagikan pengalamannya selama perjalanan. Ia mengaku perjalanannya dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menuju Kalimantan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi gelombang laut juga relatif tenang, menambah kenyamanan selama pelayaran.

Warno juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan petugas yang dinilainya sangat baik dan responsif. Ia bekerja di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dan kembali untuk mempersiapkan diri. Setelah masa libur Lebaran berakhir, Warno akan segera memulai kembali aktivitas kerjanya.

Perjalanan arus balik tahun ini memiliki makna khusus dan menjadi momen berkesan bagi Warno. Ini merupakan kali pertama ia kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau ke Kalimantan. Warno telah mengikuti program transmigrasi sejak tahun 2013, menjadikan kepulangannya kali ini sangat berarti.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi