Kapolda Jatim Pastikan Keamanan Arus Balik Lebaran 2026 Melalui Patroli Udara

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto patroli udara memastikan kelancaran dan keamanan Arus Balik Lebaran 2026 di Jawa Timur pasca Operasi Ketupat Semeru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolda Jatim Pastikan Keamanan Arus Balik Lebaran 2026 Melalui Patroli Udara
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto patroli udara memastikan kelancaran dan keamanan Arus Balik Lebaran 2026 di Jawa Timur pasca Operasi Ketupat Semeru. (AntaraNews)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, memimpin langsung patroli udara untuk memantau situasi Arus Balik Lebaran 2026. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di seluruh wilayah Jawa Timur. Patroli ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) setelah berakhirnya Operasi Ketupat Semeru 2026.

Pemantauan dari udara ini mencakup jalur nasional yang membentang dari Ngawi hingga Banyuwangi. Kapolda Jatim meninjau baik jalan arteri, jalan tol, maupun sejumlah lokasi wisata yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan memastikan kelancaran lalu lintas.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, meskipun terjadi peningkatan signifikan pada arus kendaraan masuk dan keluar Jatim, situasi kamtibmas tetap terkendali. Tidak ada gangguan menonjol yang dilaporkan selama periode Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret.

Irjen Pol Nanang Avianto secara langsung memimpin patroli udara untuk mengawasi pergerakan Arus Balik Lebaran di Jawa Timur. Patroli ini difokuskan pada jalur-jalur vital yang menjadi arteri utama mobilitas masyarakat. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi hambatan dan memastikan respons cepat terhadap setiap situasi yang memerlukan penanganan.

Jalur nasional dari Ngawi hingga Banyuwangi menjadi prioritas utama dalam pemantauan ini. Kapolda Jatim juga menyoroti kondisi jalan tol serta beberapa lokasi wisata yang ramai pengunjung. Peningkatan mobilitas di area-area tersebut memerlukan perhatian khusus untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa patroli udara ini merupakan bagian integral dari strategi pengamanan pasca Operasi Ketupat Semeru 2026. Upaya ini menunjukkan komitmen Polda Jatim dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan kembali ke daerah asal setelah merayakan Lebaran.

Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026, menunjukkan hasil yang positif. Meskipun terjadi peningkatan arus kendaraan keluar-masuk Jawa Timur, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Tidak ada gangguan menonjol yang signifikan selama periode tersebut.

Kepadatan lalu lintas yang sempat terjadi di beberapa titik strategis berhasil diurai dengan cepat oleh petugas di lapangan. Hal ini memastikan arus kendaraan dapat kembali lancar tanpa menimbulkan kemacetan berkepanjangan. Kecepatan penanganan ini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelancaran mobilitas.

Keberhasilan operasi ini juga tercermin dari data penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Tercatat penurunan sebesar 37 persen, dari 1.188 kejadian sebelum operasi menjadi 751 kejadian selama Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini menunjukkan efektivitas langkah-langkah preventif dan responsif yang telah diterapkan.

Polda Jatim terus mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) jika memungkinkan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengatur waktu perjalanan arus balik. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan kendaraan pada puncak-puncak arus balik.

Masyarakat juga diingatkan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas selama perjalanan. Kesiapan fisik dan kendaraan menjadi faktor penting untuk keselamatan di jalan. Perencanaan perjalanan yang matang sangat dianjurkan untuk menghindari kelelahan.

Selain itu, Polda Jatim menyediakan layanan darurat 110 yang bebas pulsa dan siaga 24 jam. Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian jika menghadapi kendala atau membutuhkan informasi. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kemudahan akses bantuan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi