Ritual Tiap Kamis Orang Tua Einstein usai Makan Siang agar Anaknya Cerdas
Orang tua Einstein punya kebiasaan menarik saat makan siang di hari Kamis.
Orang tua Einstein punya kebiasaan menarik setelah makan siang di hari Kamis.
Ritual Tiap Kamis Orang Tua Einstein usai Makan Siang agar Anaknya Cerdas
Sudah menjadi rahasia umum jika Albert Einstein belum dapat berbicara sampai usia tiga tahun. Uniknya, pada usia 12 tahun, ia justru sudah mempelajari kalkulus.
Jadi, tidak mengherankan bahwa sedari kecil ia sudah memperlihatkan bakatnya menjadi ilmuwan yang mampu merevolusi dunia ilmu pengetahuan.
Seorang jurnalis Tatsha Robertson dan Ekonom Harvard Ronald. F. Ferguson menceritakan bagaimana kecerdasan Einstein ini bertambah seiring berjalannya waktu.
Dikutip CNBC, Rabu (26/7), ia menyebut kecerdasan Einstein tak bisa dilepaskan dari peran orang tuanya, Pauline dan Hermann.
Pada suatu waktu, ketika Einstein masih berusia belasan tahun, kedua orang tuanya memberikan guru matematika khusus untuk dirinya.Dikatakan Robertson dan Ferguson, guru matematika yang dipilih oleh orang tua Einstein masih muda. Disebut Mampu mengimbangi kecerdasannya.
Namun seiring berjalannya waktu, tiba-tiba sang guru matematika yang tidak disebutkan namanya ini memutuskan untuk menemui kedua orang tua Einstein.
Ia meminta izin untuk menyudahi mengajarkan matematika kepada anaknya.
"Sang tutor mengatakan bahwa dia kesulitan mengikuti perkembangannya karena keterampilan Einstein telah melampaui dirinya sendiri," kata Ferguson.
Ritual Seusai Makan Siang
Barangkali, makin terasahnya ilmu aljabar Einstein lantaran kebiasaan usai makan siang di rumahnya saban Kamis.
Ritual tiap Kamis ini adalah orang tuanya mengajak paman Einstein untuk datang bersama rekan-rekannya yang notabene adalah ilmuwan.
Kemudian sang paman duduk di atas meja sambil melemparkan pertanyaan al jabar yang sulit bagi Einstein.
"Pamannya akan duduk di meja, lalu melemparkan pertanyaan aljabar yang sulit kepada Einstein. Setelah itu, Einstein akan bersorak setiap kali dia memberikan jawaban yang benar,"
Seorang jurnalis Tatsha Robertson.
Workshop usai makan siang ini memungkinkan Einstein berinteraksi dengan orang dewasa yang berwawasan luas yang menantangnya dengan gagasan-gagasan dan konsep-konsep baru dalam matematika, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Sehingga, pelan-pelan akalnya mulai terasah gara-gara rasa keingintahuannya semakin muncul. Dengan demikian, kedua orang tua Einstein benar-benar memahami anaknya.
Bisa disimpulkan bahwa Einstein tidak menyukai sekolah, bukan karena ia memiliki gangguan belajar. Melainkan karena ia merasa tidak belajar banyak di sekolah.Maka, solusi orangtua Einsten adalah menciptakan lingkungan belajar yang merangsang di rumah, di mana mereka menyediakan buku-buku dan mainan yang melengkapi minatnya.