Resep Obat Abad Pertengahan ungkap Shampo Kadal
Peneliti terkejut saat menemukan manuskrip kuno Eropa yang salah satunya mencatat resep dengan shampo kadal.
Para peneliti dari Universitas St. Andrews, Skotlandia mengungkap resep aneh pengobatan abad pertengahan di Eropa dan Amerika. Resep aneh itu berasal dari manuskrip medis sebelum revolusi sekolah Salerno abad 11.
Proyek yang dinamai Corpus of Early Medieval Latin Medicine berhasil mengidentifikasi ratusan manuskrip medis dari periode ini. Penelitian ini menantang anggapan bahwa orang Eropa abad pertengahan hanya bersandar pada takhayul dan menolak ilmu.
Sebaliknya, mereka justru sangat tertarik mengumpulkan resep pengobatan dan saran kesehatan yang dianggap otoritatif. Banyak informasi ini sebenarnya sudah lama ada, tapi terabaikan karena tersembunyi dalam manuskrip yang juga berisi teks non-medis seperti teologi, tata bahasa, dan sains. Seringkali resep itu diselipkan di margin atau di halaman kosong.
“Penemuan ini menunjukkan bahwa di masa yang sering dicap gelap untuk pengetahuan medis, justru ada minat besar untuk mengumpulkan obat dan berbagi nasihat Kesehatan,” ujar James Palmer dari Universitas St. Andrews dikutip dari IFLScience, Senin (30/6).
Yang lebih mengejutkan, banyak resep ditulis oleh para biarawan di biara, termasuk yang terbilang eksotis atau kontroversial. Salah satunya, Shampoo kadal. Sayangnya, tak dijelaskan detail kandungan di dalam shampo tersebut.
Kemudian, ada pula teks non-Kristen populer seperti “Sphere of Pythagoras”, yang digunakan untuk meramal kesembuhan atau bahkan jenis kelamin bayi.
“Kami juga menemukan bagaimana umat Kristen abad pertengahan mengadopsi wawasan pengobatan Yunani kuno non-Kristen untuk memahami struktur rasional alam,” jelas dia.
Ia juga menekankan bahwa pengetahuan medis menyebar luas. Resep dan teori kesehatan sering ditemukan terselip di buku teologi, ilmu alam, atau bahasa.
Ini menunjukkan orang-orang masa itu sangat ingin tahu dan mengoleksi berbagai ilmu yang dianggap bermanfaat—mulai dari karya Hippocrates dan Galen hingga kearifan lokal.