Powerbank Meledak di Pesawat, Penyebab dan Bahayanya
Keadaan ini dapat menyebabkan powerbank terbakar bahkan meledak di dalam pesawat.
Sebuah insiden mengkhawatirkan kembali terjadi di dunia penerbangan. Kali ini terjadi pada Air Busan. Berdasarkan informasi terbaru, penyebabnya diduga dari sebuah powerbank. Meskipun penyebab pasti kebakaran pesawat ini masih dalam penyelidikan.
"Kebakaran ini tampaknya disebabkan oleh powerbank portabel milik penumpang yang terjepit di dalam kompartemen atas," jelas seorang petugas dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Senin (3/2).
Terlepas dari kasus itu, muncul pertanyaan, mengapa powerbank bisa terbakar?
Powerbank mengandung baterai lithium-ion, yang memiliki kepadatan energi tinggi dan rentan terhadap reaksi kimia jika mengalami gangguan. Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan powerbank terbakar atau bahkan meledak:
Overheating (Panas Berlebihan)
Jika powerbank mengalami suhu tinggi, reaksi kimia di dalam baterai bisa tidak terkendali, menyebabkan thermal runaway—proses di mana suhu meningkat secara cepat hingga akhirnya memicu kebakaran.
Korsleting (Short Circuit)
Korsleting dapat terjadi jika terminal powerbank bersentuhan langsung dengan benda logam, seperti kunci atau koin dalam tas. Ini bisa menyebabkan aliran arus listrik yang tidak terkendali, meningkatkan suhu powerbank dan berpotensi menyebabkan ledakan.
Kerusakan Fisik
Benturan atau tekanan yang kuat, misalnya akibat jatuh atau tertindih barang berat, dapat merusak sel baterai dan memicu kebocoran elektrolit yang mudah terbakar.
Produk Tidak Berkualitas atau Palsu
Powerbank murah dan tidak memiliki sertifikasi keamanan sering kali menggunakan baterai berkualitas rendah, yang lebih rentan mengalami kebocoran atau korsleting.
Overcharging (Pengisian Berlebihan)
Mengisi daya powerbank secara berlebihan atau menggunakan charger yang tidak sesuai dapat menyebabkan peningkatan suhu dan tekanan di dalam baterai, meningkatkan risiko kebakaran.
Regulasi Ketat di Dunia Penerbangan
Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Insiden kebakaran powerbank di pesawat telah terjadi di beberapa maskapai dalam beberapa tahun terakhir, mendorong otoritas penerbangan untuk memperketat regulasi terkait perangkat elektronik dalam penerbangan.
Berdasarkan peraturan International Air Transport Association (IATA), powerbank dilarang disimpan dalam bagasi terdaftar (checked baggage) dan harus dibawa dalam kabin. Selain itu, kapasitas powerbank tidak boleh melebihi 100Wh tanpa izin khusus dari maskapai.
Untuk mencegah kejadian serupa, para penumpang diimbau untuk memastikan powerbank yang mereka bawa memiliki standar keamanan, menghindari penggunaan produk murah atau palsu, serta tidak menggunakan powerbank saat sedang diisi daya.