Penelitian ini Ungkap Ular King Cobra Bukan Hanya Satu Spesies Saja
Studi terbaru mengidentifikasi King Cobra sebagai empat spesies terpisah, bukan satu.
Penemuan spesies baru selalu membawa dampak besar, terutama dalam hal konservasi. Kini, penelitian terbaru mengungkap bahwa King Cobra, yang selama ini dianggap satu spesies, sebenarnya terdiri dari empat spesies berbeda.
Mengutip IFLScience, Senin (28/10), King Cobra (Ophiophagus hannah) hidup di sebagian besar Asia, mulai dari India hingga Filipina. Spesies ini merupakan ular berbisa terpanjang di dunia, dapat tumbuh hingga 5,6 meter.
Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh P. Gowri Shankar mengungkap perbedaan genetik dan fisik pada populasi King Cobra di berbagai wilayah, yang menunjukkan bahwa mereka adalah spesies terpisah.
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pola pita pada sisik dan morfologi dari 153 spesimen yang diteliti, termasuk lima spesimen kerangka. Empat spesies yang diidentifikasi adalah Northern King Cobra (Ophiophagus hannah), Sunda King Cobra (Ophiophagus bungarus), Western Ghats King Cobra (Ophiophagus kaalinga), dan Luzon King Cobra (Ophiophagus salvatana).
Temuan ini memiliki implikasi besar bagi konservasi, terutama karena beberapa spesies King Cobra ini memiliki wilayah yang lebih kecil dan berisiko tinggi terhadap perubahan iklim, kerusakan habitat, dan bencana alam.
Pengembangan antivenom juga menjadi penting, karena saat ini hanya ada satu antivenom untuk King Cobra, meskipun variasi bisa ular di antara spesies berbeda.
Para peneliti berharap penemuan ini akan meningkatkan kesadaran dan kebanggaan lokal terhadap spesies ini, serta memperkuat upaya konservasi untuk melindungi mereka.