Melihat Keunggulan Chip AI NVIDIA Blackwell Ultra
Chip ini merupakan generasi terbaru dari keluarga semikonduktor Blackwell GB300.
Nvidia memperlihatkan sekilas masa depan lini chip AI mereka dalam konferensi GPU Technology Conference (GTC) di San Jose pada Maret 2025. CEO Jensen Huang mengumumkan Blackwell Ultra.
Chip ini merupakan generasi terbaru dari keluarga semikonduktor Blackwell GB300. Performanya dijanjikan hadir dengan memori 1,5 kali lebih besar dan performa jauh melampaui seri Blackwell saat ini. Chip ini dijadwalkan rilis pada paruh kedua 2025.
Huang menegaskan bahwa Blackwell Ultra akan membawa peningkatan signifikan bagi pengembang AI yang terus mendambakan kekuatan komputasi lebih besar untuk melatih model bahasa besar (LLM) dan sistem AI generatif lainnya.
Tak hanya itu, Nvidia juga membagikan roadmap lebih jauh ke depan. Huang mengungkap bahwa mereka sedang menyiapkan platform CPU-GPU generasi berikutnya bernama Vera Rubin yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026. Setahun setelahnya, akan hadir Rubin Ultra GPU.
Nama Vera Rubin diambil dari astronom penemu dark matter, sementara Huang menyebut generasi selanjutnya akan dinamai sesuai fisikawan terkenal Richard Feynman.
“Blackwell memiliki 68 kali kekuatan komputasi dibanding seri Hopper. Sedangkan Rubin akan menghadirkan lonjakan hingga 900 kali lipat,” kata Huang dikutip dari Investopedia, Sabtu (5/7).
Karenanya, Huang menyebut adanya lonjakan permintaan GPU Nvidia. Ia mengklaim perusahaan telah mengirim 3,6 juta GPU Blackwell ke empat penyedia layanan cloud terbesar di Amerika—Microsoft, Alphabet (Google), Amazon, dan Meta.
Setidaknya selama tahun fiskal 2025 yang berakhir pada Januari lalu. Angka itu naik signifikan dibandingkan 1,3 juta unit Hopper GPU pada tahun sebelumnya.
Hal ini mempertegas posisi Nvidia sebagai pemasok utama chip untuk melatih AI generatif, yang kian mendominasi transformasi industri teknologi.
Blackwell Ultra: Gen AI
Peluncuran Blackwell Ultra diharapkan menjawab permintaan industri AI generatif yang terus melonjak. Model bahasa besar seperti ChatGPT hingga Gemini dan Copilot dari Microsoft memerlukan GPU dengan performa tinggi, efisiensi energi lebih baik, dan kapasitas memori lebih besar untuk pelatihan data skala masif.
Blackwell Ultra dijanjikan memberikan performa 68 kali lebih cepat dari Hopper, sementara Rubin akan menghadirkan lompatan performa yang belum pernah ada sebelumnya.
Dengan roadmap agresif hingga 2027, Nvidia jelas ingin mempertahankan dominasinya di pasar GPU AI yang kini menjadi arena persaingan strategis global. Keberhasilan meluncurkan Blackwell Ultra tepat waktu akan menjadi ujian penting bagi Nvidia dalam menghadapi tekanan persaingan dari AMD, Intel, dan penyedia chip alternatif seperti Cerebras dan Groq.
Ke depan, semua mata tertuju pada bagaimana Nvidia mampu menjaga ritme produksi, menepati jadwal peluncuran, dan memenuhi permintaan pasar yang terus haus akan kekuatan komputasi lebih besar.