Cerita Jensen Huang Blak-blakan Sebut Elon Musk Penyelamat NVIDIA, Pelanggan Pertama yang Mau Beli Produknya

CEO Nvidia Jensen Huang mengungkap kisah saat Elon Musk menjadi pembeli pertama superkomputer DGX-1 di 2016, yang turut membuka bab awal riset OpenAI.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Cerita Jensen Huang Blak-blakan Sebut Elon Musk Penyelamat NVIDIA, Pelanggan Pertama yang Mau Beli Produknya
Cerita Jensen Huang Blak-blakan Sebut Elon Musk Penyelamat NVIDIA, Pelanggan Pertama yang Mau Beli Produknya (Merdeka.com)

CEO Nvidia Jensen Huang kembali mengenang peran penting Elon Musk dalam pengembangan awal perangkat keras kecerdasan buatan (AI). Hal itu disampaikan dalam perbincangan di podcast bersama Joe Rogan, yang tayang baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, ia mengungkap bahwa saat Nvidia pertama kali memperkenalkan superkomputer AI DGX-1 pada 2016, perangkat tersebut tidak langsung diminati pasar.

“Tidak ada yang ingin membelinya, kecuali Elon,” ujar Jensen, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (10/12).

Saat itu, DGX-1 dibanderol dengan harga sekitar 300.000 dolar AS per unit. Ia bercerita sedang membahas masa depan mobil swakemudi bersama Musk ketika pembicaraan soal DGX-1 muncul.

Namun suasana sempat mencair sekaligus mengejutkan ketika Musk menyebut bahwa perusahaan pembelinya adalah organisasi nirlaba.

“Dan dia berkata, ‘Kau tahu? Saya punya perusahaan yang benar-benar membutuhkan ini.’ Dan saya bilang, ‘Wah, pelanggan pertama saya.’ Saya sangat bersemangat. Lalu dia berkata, ‘Ya, kami punya perusahaan. Ini perusahaan nirlaba’,” kenangnya.

Pengiriman DGX-1 yang Mengungkap Keberadaan OpenAI

Pengiriman superkomputer tersebut ternyata menjadi pintu awal bagi Nvidia mengetahui keberadaan OpenAI.

Jensen menceritakan bahwa Nvidia membangun dua unit DGX-1 di tahap awal. Satu unit digunakan untuk keperluan internal, sementara unit lainnya dikirim langsung ke San Francisco untuk diserahkan kepada Musk.

“Saya membangun yang pertama untuk keperluan internal kami. Lalu saya mengemas satu, mengemudikannya ke San Francisco, dan mengantarkannya kepada Elon pada 2016. Saya naik ke lantai dua, di mana mereka semua berdesakan di ruangan kecil, dan tempat itu rupanya adalah OpenAI,” ungkapnya.

Saat itu, DGX-1 yang ditenagai delapan GPU Pascal menjadi fondasi awal riset AI yang saat ini berkembang pesat di OpenAI.

Foto Bersejarah Kembali Muncul Lewat AI

Beberapa waktu lalu, Musk kembali membagikan foto lama tahun 2016 yang memperlihatkan momen penyerahan DGX-1. Foto tersebut kini telah diolah menjadi video menggunakan teknologi AI.

Video itu digunakan untuk mempromosikan fitur baru Grok yang memungkinkan pengguna mengubah gambar menjadi video bergerak.

Reporter Magang: Mochamad Aidil Akbar 

Rekomendasi