China Tutup Pasar Chip AI NVIDIA, Jensen Huang: Saya Kecewa!
"Saya kecewa dengan apa yang terjadi," ujar Jensen Huang, CEO NVIDIA.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyampaikan kekecewaannya setelah pemerintah China melarang perusahaan-perusahaan teknologi besar di negaranya membeli chip buatan Nvidia.
Keputusan tersebut, menurut Huang, merupakan bagian dari agenda besar antara Beijing dan Washington yang kini membatasi ruang bisnis perusahaan semikonduktor asal AS itu di pasar Tiongkok.
"Saya kecewa dengan apa yang terjadi, tetapi mereka memiliki agenda besar yang harus diselesaikan antara China dan Amerika Serikat. Dan saya bersabar. Kami akan terus mendukung pemerintah dan perusahaan China sesuai keinginan mereka," kata Huang, dikutip dari CNBC, Kamis (18/9).
Financial Times melaporkan bahwa regulator internet China, Cyberspace Administration of China (CAC), telah menginstruksikan raksasa teknologi seperti ByteDance (pemilik TikTok) dan Alibaba untuk menghentikan uji coba chip AI buatan Nvidia yang sebelumnya dirancang khusus untuk pasar China.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Beijing untuk mempercepat produksi chip domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.
NVIDIA Tertekan
Larangan tersebut semakin menekan bisnis Nvidia di China. Dalam laporan keuangannya, Huang memperkirakan perusahaan bisa kehilangan pendapatan hingga USD8 miliar pada kuartal kedua karena tidak dapat menjual chip H20 di China.
Pada Juni lalu, Nvidia bahkan mengumumkan tidak akan lagi memasukkan China ke dalam proyeksi keuntungannya karena pasar di sana pada dasarnya tertutup.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada April 2025 mewajibkan perusahaan semikonduktor, termasuk Nvidia, memiliki lisensi khusus untuk menjual chip AI ke China.
Meski sempat ada kelonggaran pada Agustus dengan skema setoran 15 persen dari penjualan ke pemerintah AS, hingga kini Nvidia belum melakukan transaksi karena implementasi kebijakan berjalan lambat.
Dengan kombinasi kebijakan AS dan larangan dari China, peluang Nvidia untuk kembali menguasai pasar chip AI di Tiongkok semakin tipis.