Pada podcast “Tech Unheard”, CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan proses wawancara adalah “bukan cara yang baik” untuk menilai apakah seorang kandidat cocok untuk suatu peran.
“Tentu saja, semua orang bisa berpura-pura melakukan percakapan yang sangat konstruktif,” kata Huang, dikutip dari Businessinsider, Kamis (17/10).
“Anda bisa belajar banyak hanya dengan menonton YouTube tentang cara melakukan wawancara,” tambah dia.
Huang juga mengatakan bahwa pertanyaan teknis perusahaan sering sekali dibagikan lewat internet hingga sulit untuk melakukan wawancara yang jujur dan teliti.
Dalam upaya wawancara yang efektif, Huang mengatakan bahwa ia suka mengajukan pertanyaan yang mendalam dan menganalisis nalar kandidat dari jawaban yang diberikan. Cara yang lain, tidak melibatkan kandidat itu sendiri ketika wawancara perekrutan.
“Saya kembali menerima referensi dan saya menanyakan pertanyaan yang akan saya ajukan kepada kandidat. Anda selalu bisa menciptakan momen yang hebat, tetapi sulit bagi Anda untuk lari dari masa lalu,” kata Huang.
Menurut laporan perusahaannya, Nvidia telah meningkatkan jumlah karyawan dari 26.100 menjadi 29.000 dari Januari 2023 hingga 2024, dengan 40 persen perekrutan baru. Huang menjelaskan bahwa banyak perekrutan Nvidia yang sukses berasal dari transparansi mengenai visi dan strategi perusahaan yang tercermin pada seluruh proses perekrutan.
Lindsey Duran, Wakil Presiden Perekrutan Nvidia, mengatakan pada Business Insider bahwa para pencari kerja dapat mengharapkan wawasan yang jujur tentang “hal baik, buruk, dan jelek” tentang bagaimana bekerja di Nvidia. Di tahun 2021, Duran juga mengatakan bahwa proses perekrutan perusahaan perlu berjalan secepat kilat tanpa membahayakan kualitas.
Ia juga memperjelas bahwa mendapatkan pekerjaan di Nvidia tidak hanya bergantung pada gelar ilmu komputer, tetapi penekanan pada pengalaman proyek serta keterampilan kepemimpinan dan komunikasi yang dapat ditunjukkan dalam wawancara. Saat ini, Nvidia menjadi salah satu tempat yang paling diminati untuk bekerja di bidang teknologi di tengah maraknya perekrutan tenaga AI.
Banyak pemain terbesar di bidang AI mengandalkan chip komputer Nvidia untuk mengembangkan dan melatih model bahasa besar. Saham perusahaan tersebut juga terus melonjak dalam dua tahun terakhir dan mendekati rekor tertinggi karena dua pelanggannya menerima pengiriman pertama sistem chip Blackwell generasi berikutnya yang sangat ditunggu dari Nvidia.
Perusahaan ini juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan OpenAI baru-baru ini senilai $6,6 miliar. Dengan pasar perusahaan yang mencapai USD3,3 triliun dan berada di posisi kedua setelah Apple, hal ini membuat tidak sedikit karyawan Nvidia yang masuk kategori “kaya”.
Perusahaan tersebut juga memberikan “special Jensen grant” kepada karyawan yang meningkatkan saham mereka hingga 25 persen.
Reporter magang: Nadya Nur Aulia