Meski Nvidia menjadi perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia, ternyata itu tidak serta merta membuat Jensen Huang bisa tidur nyenyak. CEO Nvidia ini justru mengaku hidup dalam ketakutan dan kecemasan.
Pengakuan itu ia sampaikan dalam The Joe Rogan Experience, membuka sisi lain perjalanan seorang pemimpin teknologi yang tampak selalu berada di puncak kesuksesan.
Karena ketakutannya itu, Ia mengaku bekerja tujuh hari dalam seminggu, bahkan pada hari-hari besar seperti Thanksgiving dan Natal, dirinya tetap lembur.
“Anda tahu ungkapan ‘30 hari dari kebangkrutan,’ saya telah menggunakannya selama 33 tahun,” kata Huang dalam sebuah episode The Joe Rogan Experience.
“Rasa rentan, ketidakpastian, rasa tidak aman itu tidak pernah hilang,” tambahnya dikutip dari dari Fortune, Senin (8/12).
Huang bahkan memulai harinya sejak pukul 4 pagi. Di waktu itu, hari-harinya dimulai mengecek email. Ketakutan itulah yang menjadi motor pendorongnya. Ia mengaku lebih terdorong oleh ketakutan untuk gagal daripada hasrat mengejar kesuksesan.
“Saya memiliki dorongan yang lebih besar dari keinginan untuk tidak gagal dibandingkan dorongan untuk berhasil,” katanya dalam podcast.
Advertisement
Pernah Hampir Kolaps dan Diselamatkan Sega
Huang mengenang insiden hampir kolaps pada pertengahan 1990-an. Saat itu teknologi grafis pertama mereka terbukti cacat tepat ketika perusahaan sedang mengerjakan chip untuk konsol game terbaru Sega.
Dengan uang yang hampir habis, Huang terbang ke Jepang untuk memberi tahu langsung bahwa proyek itu harus dibatalkan.
Namun ia juga jujur bahwa Nvidia sangat membutuhkan pembayaran terakhir senilai 5 juta dolar AS untuk tetap bertahan.
Sega akhirnya mengubah sisa pembayaran itu menjadi investasi, keputusan yang menyelamatkan Nvidia dari kebangkrutan.
“Penderitaan adalah bagian dari perjalanan. Anda akan menghargainya karena perasaan mengerikan yang Anda alami ketika keadaan tidak berjalan baik. Anda akan lebih menghargainya ketika keadaan akhirnya membaik,” tambahnya.
Reporter magang: Mochamad Aidil Akbar