Marilyn Monroe Disebut Miliki IQ Lebih Tinggi dari Einstein, Benarkah?
Beredar rumor dulu yang menyebutkan Marilyn Monroe lebih pintar dari Albert Einstein.
Beredar rumor dulu yang menyebutkan Marilyn Monroe lebih pintar dari Albert Einstein.
Marilyn Monroe Disebut Miliki IQ Lebih Tinggi dari Einstein, Benarkah?
Albert Einstein dan Marilyn Monroe adalah dua tokoh legendaris yang dikenal dengan image yang sama sekali berbeda.
Einstein dikenal sebagai seorang fisikawan jenius dengan segudang prestasi, sementara Marilyn Monroe lebih dikenal sebagai salah satu bintang terbesar Hollywood.
Keduanya saling bertolak belakang. Einstein terkenal dengan kejeniusannya, Marilyn malah dikenal sebagai representatif dari “young blond”.
Ini merupakan sebutan ejekan bagi perempuan kulit putih berambut pirang yang biasanya tidak cerdas. Marilyn juga banyak dikaitkan dengan istilah "bimbo", sebutan ofensif bagi perempuan yang berpenampilan menarik tetapi tidak pintar.
Dalam kehidupan nyatanya, Marilyn justru adalah seorang yang pintar, jauh dari image yang mengelilingi sosoknya. Bahkan disebutkan bahwa Marilyn mempunyai IQ yang lebih tinggi dari Albert Einstein. Namun apakah pernyataan ini benar adanya?
Tidak Ada Bukti Valid
Meskipun aktris ini jauh dari kata bodoh, tetapi tidak ada bukti apapun yang menunjukkan bahwa dia memiliki IQ yang lebih tinggi dan lebih pintar daripada Einstein.
Baik Einstein maupun Monroe, keduanya tidak pernah melakukan tes IQ modern sehingga IQ mereka secara spesifik tidak dapat dipastikan.
Hal yang dapat dipastikan dari diri Marilyn Monroe adalah bagaimana dia senang membaca.
Sebelum dikenal sebagai young blond, dia adalah seorang perempuan bisnis yang brilian. Dia adalah seorang profesional yang senang membaca.
Dilansir dari Cultura Colectiva, dia memiliki perpustakaan pribadi dengan lebih dari empat ratus judul tentang seni, filsafat, psikologi, politik, puisi, teologi, dan sejarah.
Only parts of us will touch parts of others.
Our own truth is just that, our own truth.
We can only share the part that is understood by the conscious acceptance of the other, so we are, most of the time, alone.
As it must be, evidently, in nature.
Sarah Churchwell yang merupakan expert akan kehidupan Marilyn Monroe, berkata bahwa ada tiga pelabelan terbesar akan kehidupan Monroe. Yang pertama adalah bahwa dia “bodoh”. Kedua adalah bahwa dia “rapuh”. Yang terakhir adalah bahwa dia “tidak bisa berakting”.