Begini Cara Einstein Mendeskripsikan tentang Tuhan dalam Sebuah Surat
Einstein punya gambaran pemahaman tentang Tuhan, meski dirinya seorang Yahudi.
Einstein punya gambaran pemahaman tentang Tuhan, meski dirinya seorang Yahudi.
Begini Cara Einstein Mendeskripsikan tentang Tuhan dalam Sebuah Surat
Fisikawan ternama Albert Einstein pernah mendeskripsikan tentang Tuhan dalam sebuah surat.
Surat itu ditulis setahun sebelum kematiannya pada 1955. Kisah itu dimulai saat Einstein menulis surat kepada Eric Gutkind sebagai tanggapan terhadap buku filsuf Choose Life: The Biblical Call to Revolt.
Ini diyakini sebagai wawasan paling mengungkap keyakinan agama Einstein. Einstein, yang teori relativitas umum masih menjadi salah satu pilar fisika modern, mempunyai latar belakang Yahudi.
Dia tidak percaya pada Tuhan tetapi juga tidak menggambarkan dirinya sebagai seorang ateis. Dia bertugas di dewan penasihat First Humanist Society of New York.
"Saya telah berulang kali mengatakan bahwa menurut pendapat saya, gagasan tentang Tuhan yang berpribadi adalah gagasan yang bersifat kekanak-kanakan. Anda mungkin menyebut saya seorang agnostik, namun saya tidak memiliki semangat Perang Salib. Saya lebih memilih sikap rendah hati yang sesuai dengan kelemahan pemahaman intelektual kita tentang alam dan keberadaan kita sendiri."
Dalam surat Einstein kepada Gutkind, dia mengatakan kepada sang filsuf betapa miripnya pemikiran mereka—terutama dalam apa yang dia sebut sebagai "sikap tidak Amerika".
"Bagi saya, kata Tuhan hanyalah ekspresi dan produk dari kelemahan manusia, Alkitab merupakan kumpulan legenda yang terhormat namun masih primitif. Tidak ada penafsiran, betapapun halusnya, yang dapat (bagi saya) mengubah apa pun mengenai hal ini,"
Kata Albert Einstein dalam surat tersebut.
Surat itu diakhiri dengan ungkapan pengertian dan penghargaan terhadap Gutkind, dan dibubuhi tandatangan Einstein. Surat tersebut telah dilelang dengan harga USD 1 juta hingga USD1,5 juta pada 2018.