Komdigi Lempar ke TikTok soal Fitur Live Belum Aktif
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa penghapusan fitur live bukanlah perintah dari pemerintah.
Fitur siaran langsung platform TikTok hingga kini belum bisa diakses. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah menghapus fitur tersebut.
Pun, Komdigi belum dapat memastikan kapan fitur siaran langsung TikTok bisa dibuka kembali. Demikian dikatakan Wamen Komdigi Nezar Patria. Komdigi melempar ke pihak TikTok mengenai hal tersebut.
"Itu tergantung TikTok (kapan dibuka). Mereka lagi mengevaluasi menurut pengumuman yang mereka buat. Mereka lagi coba memonitor konten-konten negatif yang berlawanan dengan community guidelines mereka," ungkap Nezar saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/8).
Nezar menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan TikTok. "Kita coba kolaborasi, kita coba koordinasi dengan TikTok terkait dengan UNICAP. Kita mencatat dan memahami semua keresahan yang muncul tentang matinya fitur ini," lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghapusan fitur live bukanlah instruksi dari pemerintah. Nezar memastikan bahwa keputusan untuk menghapus fitur ini sepenuhnya diambil oleh TikTok secara sukarela.
"Dari peristiwa kerusuhan yang terjadi 2 hari yang lalu itu, itu penuh dengan konten-konten negatif, dan itu berlawanan dengan community guidelines yang dimiliki oleh TikTok. Demikian yang mereka umumkan kepada publik," tuturnya.
Sempat jadi Pembahasan Pemerintah
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai penggunaan fitur live TikTok.
Hal ini menyusul dimatikannya fitur tersebut di tengah gelombang demonstrasi besar yang terjadi di berbagai daerah. "Nantinya dalam diskusi kita mungkin akan membahas bagaimana fitur live report ini juga bisa digunakan dengan aman. Dengan aman bagi para UMKM dan juga bagi masyarakat umum," ungkap Nezar di kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa (2/9/2025).
Nezar menambahkan bahwa saat ini Komdigi masih berusaha menjalin komunikasi dengan pihak TikTok. Dia menjelaskan bahwa TikTok sedang melakukan evaluasi internal terkait fitur yang dimaksud.
"Kita akan coba bangun komunikasi dan kita juga memahami bahwa ada dampak terhadap UMKM dan kegiatan-kegiatan masyarakat yang menggunakan fitur live report," tuturnya.
Nezar juga menunjukkan empatinya terhadap kekhawatiran para pelaku UMKM yang bergantung pada penjualan melalui siaran langsung di TikTok. Namun, dia mengingatkan bahwa masih ada fitur lain yang dapat dimanfaatkan.
"Tapi jangan lupa bahwa ada fitur-fitur lain juga di TikTok yang masih aktif. Jadi untuk kegiatan UMKM bisa juga menggunakan fitur-fitur yang selama ini juga dipakai untuk berjualan," tegasnya.
Bantahan Menkomdigi Tutup Live Tiktok
Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), menegaskan bahwa penghapusan fitur live di TikTok Indonesia bukanlah hasil permintaan dari pemerintah. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara mandiri oleh pihak TikTok, terkait dengan meningkatnya aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan, termasuk pembakaran fasilitas umum dan penjarahan rumah dalam beberapa waktu terakhir.
"Live TikTok itu kami pun melihat pemberitahuan dari TikTok. Mereka menutup fitur itu secara sukarela, bukan karena permintaan pemerintah. Kami justru berharap ini tidak berlangsung lama," ujar Meutya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (31/8).
Meutya optimis bahwa fitur live TikTok akan segera dipulihkan apabila situasi keamanan nasional kembali stabil. "Kalau situasi berangsur baik, mudah-mudahan fitur live TikTok bisa kembali lagi," katanya. Ia juga mengakui bahwa fitur live TikTok memiliki dampak ekonomi yang cukup besar, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada penjualan melalui siaran langsung di platform tersebut.
"Kami memahami ada UMKM yang terdampak karena tidak bisa berjualan secara live. Mudah-mudahan mereka tetap bisa beradaptasi dengan e-commerce tanpa live. Sekali lagi kita berdoa kondisi membaik agar fitur ini segera kembali," tandasnya.