Kisah Gedung Megah yang Tak Jadi Roboh Berkat Telepon dari Seorang Mahasiswa
Telepon ini menjadi penolong sebuah gedung berlantai 59 nan mewah terhindar dari musibah besar.
Telepon ini menjadi penolong sebuah gedung berlantai 59 nan mewah terhindar dari musibah besar.
Kisah Gedung Megah yang Tak Jadi Roboh Berkat Telepon dari Seorang Mahasiswa
Pada 1978, sebuah telepon berdering di kantor konsultan arsitek, Hugh Stubbins pada siang hari.
Telepon ini menjadi penolong sebuah gedung berlantai 59 nan mewah terhindar dari musibah besar. Di seberang telepon itu terdengar suara perempuan. Namanya Diane Hartley.
Ia memperkenalkan diri sebagai mahasiswa arsitektur. Dia ingin disambungkan dengan William LeMessurier.
William merupakan sosok yang bertanggung jawab terhadap pembangunan gedung mewah Citicorp Center itu. Permintaan Hartley itu pun direspons William.
Mendapatkan penjelasan dari Hartley, William pun panik. Ia bergegas mencari kertas untuk menghitung ulang. Setelah ia menghitungnya, ternyata apa yang disampaikan mahasiswa perempuan itu benar.
Kepada William, Hartley menjelaskan bahwa struktur gedung yang berada di tengah kota Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS) itu rentan terhadap hembusan angin kencang dari salah satu sudutnya.
"William kemudian membandingkan kecepatan angin yang dapat ditahan gedung dengan data cuaca. Ia terkejut betapa dalam waktu dekat akan ada badai yang cukup kuat menghantam New York, bahkan berpotensi merobohkan Citicorp Center,"
Roman Mars and Kurt Kohlstedt dalam bukunya berjudul ‘The 99% Invisible City: A Field Guide to The Hidden’.
William dan tim pun bergerak cepat. Ia bekerja bersama manajemen Citicorp dan NYPD untuk secara diam-diam memperbaiki masalah itu. Kru konstruksi bekerja di malam hari, untuk memperbaiki masalah tersebut dan selesai saat karyawan datang bekerja di pagi hari.
Nasib William dan Citicorp betul-betul kembali mujur. Pers setempat tak mencium gelagat mereka memperbaiki masalah gedung pencakar langit itu.
Jika itu terjadi, kepanikan akan tercipta. Cerita ini benar-benar tertutup rapat dari publik hingga 1995 saat jurnalis Joe Morgenstern melaporkannya.
Desain Unik tapi Mematikan
Dasar konstruksi yang dibuat memang unik. Dengan menopang 59 lantai, CitiCorp ditopang dengan konstruksi panggung.
Lazimnya, konstruksi itu akan diletakan pada setiap sudutnya, namun karena ada permasalahan lahan, ia mengubah posisi penompangnya ke sudut yang tak umum.
Perubahan desain ini demi mengakomodasi permintaan Gereja Lutheran St. Peter yang menempati salah satu sudut lokasi gedung Citicorp itu.
Syarat yang diberikan Santo Petrus kepada Citicorp adalah silakan mereka membangun gedung, asalkan sudut tanah milik gereja itu tidak tersentuh.
Ide desain itu William dapatkan sebuah restoran Yunani. Kala itu, orang-orang memuji sebagai desain gedung yang cerdik dan canggih. Pujian itu sirna kala William mendapatkan telepon yang mengejutkan dari Hartley. Beruntung ia mau mendengarkan ucapan mahasiswa dan segera melakukan perbaikan.