Kemunculan Hiu Putih Raksasa Breton di Florida Bikin Ilmuwan Khawatir
Pada umumnya, hiu memiliki berat lebih dari 1.400 pon, yang setara dengan sekitar 635 kilogram.
Seekor hiu putih raksasa bernama Breton, yang telah menjadi objek penelitian para ilmuwan sejak tahun 2020, mengejutkan warga Amerika Serikat setelah keberadaannya terdeteksi di Daytona Beach, Florida, pada Januari 2025.
Kehadiran Breton menimbulkan ketakutan di kalangan pengunjung pantai Florida, karena pola migrasinya yang sulit diprediksi membuat banyak orang berspekulasi tentang lokasi baru dari makhluk buas ini.
Lokasi pertama Breton diketahui pada bulan September 2020, berkat organisasi penelitian kelautan OCEARCH, yang berfokus pada pengungkapan misteri lokasi perkawinan hiu putih raksasa.
Sebagaimana dilansir dari Mirror pada Kamis (15/1), hewan predator ini memiliki berat lebih dari 1.400 pon dan panjang 13 kaki tiga inci. Saat ditemukan, Breton diberi tanda pelacak untuk memantau pergerakannya, yang penting untuk penelitian ilmiah.
Pergerakan Breton tercatat berpindah mengikuti sinyal pelacak yang dikirim kepada para ilmuwan pada 28 Desember.
Penanda sinyal tersebut berada di lepas pantai Cape Hatteras, Carolina Utara, dan kemudian bergerak menuju pantai timur Florida, yang dikenal sebagai destinasi wisata populer.
Pada tahun 2020, sinyalnya juga sempat muncul di lepas pantai Nova Scotia, Kanada. Data pelacakan sebelumnya menunjukkan bahwa Breton memiliki pola migrasi di sepanjang pantai timur laut AS yang diyakini sebagai tempat berkumpulnya untuk memangsa anjing laut.
Namun, baru-baru ini Breton mengubah jalur migrasinya menuju lepas pantai Florida. Menurut laporan dari media Cibercuba, Breton telah muncul sebanyak lima kali sejak 11 Januari 2025. Kemunculan ini terdeteksi dari tanda pelacak yang terpasang di sirip punggungnya, yang mengirimkan pemberitahuan (ping) saat ia berada di permukaan air.
Mempelajari Migrasi Hiu Putih Besar
Penelitian yang dilakukan pada hiu Breton di lokasi berbeda telah menghasilkan temuan baru mengenai perilaku reproduksinya, yang ternyata berbeda dari pola yang selama ini diketahui. Hasil ini juga berpotensi mengidentifikasi tempat baru untuk berkembang biak spesies tersebut.
Chris Fischer, pendiri dan pemimpin ekspedisi OCEARCH, menjelaskan bahwa pergerakan hiu Breton sangat unik dan berbeda dari kelompok hiu lainnya.
"Ketika ia bermigrasi ke selatan dan utara, ia sering berputar jauh di lepas pantai dan tidak melewati bagian mana pun dari Amerika Serikat bagian timur laut," ungkap Fischer.
Posisi hiu ini sering kali ditemukan di Amerika Serikat bagian tenggara, di mana ia menghabiskan beberapa bulan selama musim dingin dan musim semi sebelum melanjutkan perjalanan ke Kanada Atlantik.
Penelitian mengenai pola distribusi hiu selama masa reproduksi menunjukkan bahwa wilayah Kanada Atlantik, yang terletak di lepas pantai timur Amerika Serikat, merupakan lokasi utama bagi hiu putih besar pada musim panas dan gugur.
Namun, pergerakan Breton tidak melewati New England, yang biasanya menjadi lokasi berburu hiu putih. Oleh karena itu, pergerakan Breton, yang merupakan hiu jantan dewasa, dapat memberikan wawasan tentang siklus reproduksi hiu putih besar, termasuk waktu dan wilayah yang berkaitan dengan perkawinan spesies ini.
Fischer berharap bahwa pergerakan Breton dapat mengungkap salah satu misteri terbesar dalam dunia kelautan.
"Semoga dia dapat memberi kita petunjuk dan kita akan melihat jejaknya bertabrakan dengan jantan dan betina dewasa lainnya di wilayah yang sama dalam beberapa bulan mendatang. Itu akan menjadi data yang sangat besar untuk dikumpulkan dan waktu akan menjawabnya," kata Fischer.