Ilmuwan Pecahkan Misteri Struktur Tersembunyi di Tata Surya
Penelitian terbaru menunjukkan adanya dua komponen terpisah di Sabuk Kuiper, yang dapat mengubah pemahaman tentang pembentukan planet.
Para ilmuwan menemukan indikasi adanya dua Sabuk Kuiper, atau setidaknya dua komponen terpisah di sabuk ini, yang berada di tepi Tata Surya. Sabuk Kuiper adalah daerah berbentuk donat yang berisi objek-objek es di luar orbit Neptunus, termasuk planet katai Pluto, serta berbagai komet, asteroid, dan benda kecil lainnya.
Astronom telah mendeteksi peningkatan tak terduga dalam kepadatan objek Sabuk Kuiper (KBO) jauh di luar batas Sabuk Kuiper yang diketahui saat ini, seperti dilaporkan oleh Science Alert. Fumi Yoshida, seorang ilmuwan planet dari University of Occupational and Environmental Health Sciences dan Chiba Institute of Technology di Jepang, mengatakan, "Jika ini dikonfirmasi, akan menjadi penemuan besar. Nebula matahari purba mungkin lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya, yang dapat memberikan implikasi bagi studi tentang proses pembentukan planet di Tata Surya kita."
Mengutip Indy100, Sabtu (7/9), peningkatan kepadatan yang lebih tinggi dari yang diharapkan ini terletak di antara 70 dan 90 satuan astronomi dari Matahari; satu satuan astronomi adalah jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari. Sabuk Kuiper diketahui membentang dari orbit Neptunus, sekitar 30 satuan astronomi dari Matahari, hingga sekitar 50 satuan astronomi.
Pesawat antariksa New Horizons, yang saat ini sedang menjelajahi bagian dalam Tata Surya, berada sekitar 60 satuan astronomi dari Matahari setelah melewati Pluto pada tahun 2015. Para astronom telah mengamati lebih jauh dari ini menggunakan Teleskop Subaru di Observatorium Astronomi Nasional Jepang di Hawaii.
Di wilayah antara 55 dan 70 satuan astronomi, hampir tidak ada yang ditemukan, tetapi 11 objek KBO terdeteksi lebih jauh dari batas Sabuk Kuiper yang diketahui. Orbit objek-objek ini terus dipantau untuk memungkinkan pengamatan lebih lanjut.
Penemuan ini menunjukkan bahwa Sabuk Kuiper mungkin lebih luas dari perkiraan, yang dapat membuka wawasan baru tentang pembentukan planet dan evolusi Tata Surya.