Ilmuwan Dikagetkan dengan Rahang Piton Burma, Disebut Bahayakan Ekosistem
Penelitian menunjukkan piton Burma mampu membuka rahangnya hingga 26 cm.
Ular piton Burma memiliki kemampuan luar biasa untuk membuka rahangnya. Hal itu berdasarkan penelitian terbaru. Penemuan ini mengungkapkan bahwa ular tersebut mampu membuka rahangnya lebih lebar, memungkinkan mereka untuk memangsa hewan yang jauh lebih besar.
Para peneliti dari Universitas Cincinnati menangkap tiga ekor piton Burma di sekitar Taman Nasional Everglades, lalu mengukur ukuran rahang mereka. Salah satu dari ular tersebut memiliki panjang tubuh mencapai 5,8 meter, menjadikannya piton terpanjang yang pernah tertangkap di Florida, meskipun bukan yang terberat.
Semua ular yang diukur memiliki bukaan rahang maksimum sebesar 26 cm, melampaui rekor sebelumnya sebesar 22 cm.
“Mungkin terdengar kecil – hanya 18 persen lebih besar. Namun, luas total dari bukaan rahang meningkat hingga 40 persen," kata Profesor Bruce Jayne, penulis studi ini dikutip dari IFLScience, Selasa (29/10).
Dengan kata lain, ular piton terbesar yang ditemukan oleh tim tersebut memiliki keliling bukaan rahang lebih dari 81 cm, setara dengan ukuran pinggang celana 32 inci. Kemampuan piton Burma untuk membuka rahangnya dengan sangat lebar ini menunjukkan potensi yang lebih besar bagi mereka dalam memangsa hewan yang lebih besar.
Berdasarkan penelitian sebelumnya yang mengamati isi perut mereka, bahwa ular ini secara rutin memangsa hewan yang hampir melebihi batas kemampuannya untuk ditelan.
Dalam penelitian terbaru ini, para peneliti bahkan menyaksikan seekor ular – yang paling kecil di antara tiga yang diteliti – memangsa rusa seberat 35 kg, setara dengan dua pertiga dari berat tubuhnya dan hampir 93 persen dari area maksimal bukaan rahangnya.
“Melihat predator puncak invasif ini menelan rusa seukuran penuh di depan mata Anda adalah pengalaman yang tak terlupakan,” ungkap peneliti Ian Bartoszek.
Anatomi unik pada mulut piton Burma memungkinkan mereka menelan mangsa sebesar itu. Rahang bawah ular ini tidak menyatu di bagian depan, dan kulitnya sangat elastis, yang mencakup lebih dari setengah keliling bukaan rahangnya.
Adaptasi ini memungkinkan mereka untuk membuka mulut jauh lebih lebar daripada spesies ular lain dengan ukuran serupa, yang umumnya hanya bisa menelan mangsa berukuran enam kali lebih kecil. Jayne memperkirakan bahwa kemungkinan masih ada ular piton Burma yang lebih besar yang belum ditemukan di Florida.
"Sangat mungkin ada piton yang memecahkan rekor dengan bukaan rahang mencapai 30 cm," ungkapnya, yang akan memungkinkan mereka memangsa hewan seberat 54 kg.