Tak Cuma di Sulawesi, Kasus Ular Makan Orang Pernah Terjadi di Negara Ini
Berikut adalah peristiwa ular makan orang yang terjadi di beberapa negara.
Belakang ini ramai kabar orang dimakan ular. Kejadian itu terjadi di Sulawesi Tenggara. Warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan digegerkan dengan temuan seekor ular pyton sepanjang 8 meter dalam kondisi gemuk.
"Saat itu warga Majapahit menemukan seekor ular phyton di area perkebunan dengan kondisi perutnya besar. Warga curiga kalau yang ada di dalam perut ular itu adalah tubuh manusia," kata dia.
Setelah diperiksa, ternyata ular tersebut habis menelan seorang kakek bernama La Noti (63). Jasad Kakek La Noti diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini kemudian menjadi pertanyaan publik tentang seberapa serin ular memangsa manusia?
Kejadian ular memangsa manusia hingga benar-benar menelannya utuh terbukti sangat langka di dunia. Berdasarkan catatan ilmiah dan laporan resmi dikutip dari tsusinvasives.org, Selasa (8/7), jumlah kasus terverifikasi sepanjang sejarah modern hanya berkisar kurang dari 10 kali, dengan mayoritas terjadi di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir.
Kasus-kasus yang terkonfirmasi umumnya melibatkan ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) yang hidup di Asia Tenggara, terutama Indonesia.
Spesies ini dikenal sebagai ular terpanjang di dunia dan memiliki rahang yang sangat lentur, memungkinkan menelan mangsa sebesar manusia dewasa—meski hal itu jarang terjadi.
Sejumlah kasus terdokumentasi dengan bukti fisik antara lain:
- 1927 (Salebabu, Sulawesi): Seorang bocah 14 tahun ditemukan di dalam perut ular sanca kembang sepanjang lebih dari 5 meter. Ini adalah catatan ilmiah pertama yang diakui.
- 1951 – Uganda (Danau Victoria): Surat kabar lokal melaporkan seorang remaja (13 tahun) suku Lango diserang dan ditelan oleh ular sanca batu Afrika. Konon penduduk berhasil memaksa ular memuntahkan kembali tubuh korban.
- 1972/1973 – Mozambique (Afrika): Sebuah koran Mozambik melaporkan seorang prajurit Portugis hilang saat bertugas jaga dan kemudian jasadnya ditemukan di dalam perut seekor ular sanca batu besar.
- 1979 – Northern Transvaal, Afrika Selatan: Seorang bocah Tswana (13 tahun) tewas dicekik ular sanca batu Afrika sepanjang 4,5 m di pedesaan Transvaal.
- 2002 – Durban, Afrika Selatan: Untuk pertama kalinya di era modern, ular sanca batu Afrika dilaporkan memangsa manusia di Afrika. Di Lamontville (dekat Durban), seekor python ~6 m menelan seorang bocah laki-laki 10 tahun secara utuh.
- 2017 (Mamuju, Sulawesi Barat): Akbar, 25 tahun, ditemukan utuh di perut ular 7 meter. Rekaman video warga yang membelah ular memicu perhatian global.
- 2018 (Muna, Sulawesi Tenggara): Wa Tiba (54 tahun) ditemukan dalam perut ular sanca sepanjang 7 meter.
- 2022 (Jambi, Sumatra): Jahrah (54) hilang di kebun dan ditemukan dalam perut ular ~7 meter.
- 2024 (Sulawesi Selatan): Dalam selang satu bulan, dua wanita—Farida (45) dan Siriati (36)—ditemukan tewas dalam perut ular sanca kembang sepanjang 5–7 meter.
Ahli herpetologi menegaskan kenapa kasus ini amat jarang. Meski ular sanca kembang dan sanca batu Afrika memiliki kekuatan dan ukuran untuk menelan manusia, hal itu bukan perilaku normal. Mangsa alami mereka adalah babi hutan, rusa, atau primata besar. Manusia hanya menjadi target dalam kondisi ekstrem atau salah identifikasi.
Selain itu, risiko bagi ular juga tinggi. Proses menelan manusia dewasa memakan waktu lama dan membuat ular rentan terhadap serangan. Pakaian dan sepatu manusia juga sulit dicerna sehingga bisa membunuh ular dari dalam.