Deretan Kematian Tragis Lansia Ditelan Hidup-Hidup Ular Piton di Sulawesi
Kejadian ular piton memangsa warga lanjut usia (lansia) di Sulsel kembali terjadi.
Kasus kematian Kakek La Noti (63), Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara menambah panjang daftar warga lanjut usia (lansia) ditelan hidup-hidup ular piton berukuran panjang.
Sebelumnya, pada 9 April 2025, seorang warga Dusun Labale, Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton bernawa Wa Siti (55) juga tewas dalam kondisi dililit ular piton sepanjang 6,5 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Selatan, La Ode Risawal menyebut serangan ular piton kepada warga sudah terjadi sebanyak empat kali. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dan waspada.
"Kami imbau kepada warga untuk waspada saat ke kebun, karena sudah ada empat kejadian warga diserang ular piton," ujarnya kepada wartawan.
La Noti dikabarkan hilang dan tidak pulang usai dari kebunnya sejak Jumat (4/7). Risawal menjelaskan pihak keluarga sudah melakukan pencarian terhadap La Noti sejak Sabtu (5/7) kemarin, namun tak ditemukan.
"Kami menerima laporan warga terkait adanya orang hilang. Tapi saat kami mulai melakukan pencarian, ternyata ada informasi jika kakek La Noti sudah ditemukan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/7).
Terkait kematian Kakek La Noti, Risawal mengatakan ditemukan oleh warga sekitar 500 meter dari jalan usaha tani. Saat itu, tubuh kakek La Noti ditemukan di dalam perut ular piton.
"Saat itu warga Majapahit menemukan seekor ular pyton di area perkebunan dengan kondisi perutnya besar. Warga curiga kalau yang ada di dalam perut ular itu adalah tubuh manusia," kata dia.
Setidaknya ada sembilan orang warga yang mengevakuasi ular pyton tersebut. Selanjutnya, warga membelah tubuh ular piton.
"Warga kemudian membelah perut ular dan menemukan korban dengan kondisi sudah terbujur kaku tak bernyawa," ucapnya.
Selanjutnya, jasad Kakek La Noti diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Lansia Dililit Ular di Kebun
Tiga bulan sebelumnya, Kepolisian Sektor Pasarwajo menerima laporan adanya warga bernama Wa Siti tewas diserang ular piton. Wa Siti ditemukan tewas dalam kondisi dililit ular piton di lahan perkebunan pada Rabu (9/4) malam.
"Korban ditemukan oleh kedua anaknya dalam kondisi meninggal dunia dan dililit ular piton," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/4).
Hardi menjelaskan kronologi berawal saat korban pergi ke kebunnya pada pagi, Rabu (9/4). Namun, hingga sore korban tak kunjung pulang ke rumahnya.
"Karena tak kunjung pulang, anak korban mulai khawatir dan mencari ibunya ke kebun," kata dia.
Saat mencari di kebun, anak korban hanya menemukan keranjang. Saat itu, di dalam semak-semak anak korban melihat ular piton sedang melilit tubuh ibunya.
"Bersama warga, anak korban langsung menebas ular itu. Namun, nyawa korban tak tertolong," ucapnya.
Jasad korban pun langsung dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Hardi pun mengimbau agar warga lebih berhati-hati dan waspada akan serangan ular di kebun.
Lansia di Sidrap Ditelan Ular
Laporan ular piton menyerang warga juga terjadi di Lingkungan VI Lampiring, Kelurahan Batu, Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan. Ular piton sepanjang enam meter menelan seorang perempuan lansia bernama Hasiah (66).
Kepala Kepolisian Sektor Pitu Riase, Inspektur Dua Zakaria mengatakan mendapatkan laporan dari warga terkait adanya lansia ditelan oleh ular piton sepanjang 6 meter, pada Selasa (1/4) kemarin. Zakaria mengungkapkan identitas warga ditelan ular bernama Hasiah.
“Iya. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (2/4).
Zakaria menjelaskan kronologi berawal saat korban yang setiap pagi mengunjungi kebunnya. Saat itu, nenek Hasiah pergi ke kebunnya untuk mencari tali untuk mengikat kayu.
"Setiap pagi nenek Hasiah rutin ke kebunnya dan kembali ke rumahnya setelah siang menjelang sore. Tapi, hingga malam nenek Hasiah tak kunjung pulang," tuturnya.
Karena tak kunjung pulang, anak korban akhirnya mencari di kebun. Saat pencarian, anak korban menemukan botol minum yang dibawa korban.
"Mereka kemudian berpencar mencari korban dan tidak jauh dari ditemukannya botol minuman itu. Di saat bersamaan mereka melihat ada ular sepanjang 6 meter dalam kondisi tidak bergerak," ungkapnya.
Dalam kondisi penasaran, anak korban mendatangi ular tersebut. Saat itu, terlihat perut ular tersebut dalam kondisi besar.
"Tanpa basa basi, mereka membunuh ular tersebut kemudian membelah perutnya dan menemukan korban di dalam perut ular," ucapnya.
Zakaria menyebut saat itu nenek Hasiah sudah dalam kondisi meninggal dunia. Warga pun langsung mengevakuasi jasad nenek Hasiah.