Hari Ini 67 Tahun Lalu, Rusia Cetak Sejarah Buat Satelit Pertama yang Sukses ke Luar Angkasa
Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa satelit Sputnik itu berada pada jarak 560 mil (900 kilometer) di atas Bumi dan mengitarinya setiap satu setengah jam.
Rusia telah meluncurkan satelitnya ke luar angkasa, menjadikannya objek buatan manusia pertama yang berhasil meninggalkan atmosfer Bumi.
Menurut laporan dari kantor berita TASS, satelit yang dikenal sebagai Sputnik kini berada pada ketinggian 560 mil (900 kilometer) dari permukaan Bumi dan menyelesaikan orbitnya setiap satu setengah jam.
Para ilmuwan memperkirakan bahwa bola logam tersebut akan terbakar saat memasuki atmosfer kembali, namun mereka berharap dapat menerima data penting sebelum hal itu terjadi.
Uni Soviet dan Amerika Serikat berkomitmen untuk meluncurkan satelit sebagai bagian dari Tahun Geofisika Internasional (IGY), sebagaimana dilaporkan oleh BBC pada Jumat (4/10/2024).
Delegasi dari kedua negara yang terlibat dalam IGY sedang menghadiri acara di kedutaan Rusia di Washington D.C. ketika berita mengenai peluncuran Sputnik mulai menyebar. Dr. Joseph Kaplan, ketua komite IGY dari Amerika Serikat, menyampaikan ucapan selamat kepada Rusia atas "prestasi luar biasa" ini.
Dr. A A Blagonravov, pemimpin delegasi Rusia yang diyakini terlibat dalam persiapan peluncuran, menyebut Sputnik sebagai bulan bayi yang paling sederhana. Ia menjelaskan bahwa satelit tersebut memiliki berat 180 pon (83,5 kg), sebagian besar disebabkan oleh baterai yang dibawanya.
Berat satelit ini memicu spekulasi di kalangan beberapa ahli dari Amerika Serikat bahwa roket yang meluncurkannya mungkin juga memiliki kemampuan untuk mengangkut senjata nuklir sejauh ribuan mil.