Dikira Hanya Memar, Ternyata Peluru Bersarang di Tengkorak Tentara Ini
Tentara Rusia terus bertempur selama seminggu tanpa sadar ada peluru bersarang di otaknya. Dokter menyebut kasus ini sebagai keajaiban medis.
Seorang tentara Rusia dari Brigade Marinir ke-155 Armada Pasifik diklaim sebagai pahlawan setelah terus bertempur selama seminggu meski tertembak di kepala. Insiden itu terjadi saat ia bertempur melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk.
Mengutip OddityCentral, Sabtu (15/3), saat terkena tembakan, helmnya terlempar, tetapi ia mengira peluru hanya memantul. Ia mengalami hematoma di atas mata kanan, menyebabkan matanya membengkak dan tertutup. Namun, ia mengabaikannya, berpikir bahwa pembengkakan akan sembuh dengan sendirinya.
Setelah terluka lagi akibat pecahan peluru, tentara tersebut akhirnya dibawa ke rumah sakit. Saat menjalani pemeriksaan X-ray, dokter terkejut menemukan sebutir peluru senapan berukuran besar tertanam di otaknya.
Kasus ini dianggap sebagai keajaiban medis, karena ia tetap bisa bertahan tanpa komplikasi serius selain kelopak mata yang bengkak.
Kini, tentara itu mendapat pujian luas di media Rusia, dengan banyak pihak mendesak militer Rusia memberinya medali kehormatan atas ketahanannya.
Kisah ini mengingatkan pada Jacob Miller, seorang prajurit Perang Saudara Amerika yang hidup selama 50 tahun setelah tertembak di dahi dan memiliki peluru bersarang di otaknya. Foto dirinya dengan lubang bekas peluru di dahi masih banyak beredar di media sosial hingga saat ini.