Paket 65 Peluru Kaliber 7,62 mm Terdeteksi di Bandara Sultan Hasanuddin, Pengirim Bernama Dark Archive
Paket 65 butir peluru tersebut rencananya akan dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.
Paket berisi 65 butir amunisi peluru ditemukan di Gudang Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (6/1). Paket 65 butir peluru tersebut rencananya akan dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.
Kepala Kepolisian Sektor Bandara, Inspektur Asri Arif mengatakan penemuan 65 amunisi tersebut setelah dilakukan deteksi melakukan X-Ray di area keamanan kargo. Paket tersebut dijadwalkan diberangkatkan ke Semarang, Jawa Tengah.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, proyektil tersebut dinyatakan tidak aktif, karena sudah diledakkan sebelumnya dan tidak mengandung bubuk mesiu,” ujarnya, Rabu (7/1).
Kronologi Amunisi Ditemukan
Asri menjelaskan kronologi bermula saat paket diterima oleh Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi Kantor Cabang Makassar. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang. Saat melewati mesin X-ray, petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai bentuk isi paket yang menyerupai amunisi.
"Paket tersebut kemudian diturunkan untuk dilakukan pemeriksaan manual. Regulated Agent selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait dan melaporkan temuan itu kepada aparat kepolisian sektor kawasan bandara," kata dia.
Sekitar pukul 10.55 WITA, polisi melakukan pemeriksaan fisik dan tes lapangan terhadap isi paket. Hasilnya, seluruh proyektil dipastikan tidak aktif dan diketahui merupakan amunisi yang telah diledakkan lalu dirangkai kembali.
“Kami menerima paket tersebut dari petugas bandara. Isinya 65 butir amunisi kaliber 7,62 mm,” jelas Asri.
Nama Pengirim Dark Archive
Ia menambahkan, paket tersebut rencananya dikirim menggunakan maskapai Citilink dengan rute Makassar–Semarang (UPG–SMRG) dan menggunakan jasa pengiriman JNT Express.
Namun, identitas pengirim yang tercantum dalam resi pengiriman diduga tidak valid. Nama pengirim tertulis Dark Archive dengan alamat Jalan Kegelapan Nomor 666, Kota Makassar, yang kini masih didalami oleh pihak kepolisian.
“Secara administratif ada nama pengirim, tetapi identitasnya masih kami dalami. Penerimanya tercatat sebagai warga Semarang. Seluruh barang bukti telah kami serahkan ke Polres Maros untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.