Advertisement
Prajurit TNI yang berasal dari Merauke itu mengaku bahwa selama 7 bulan di rumah sakit, ia hidup tanpa tempurung kepala.
Oleh karena itu, prajurit TNI tersebut tidak berhasil mengingat apa saja.
Bahkan, ketika diajak berbicara dengan dokter yang memeriksa, ia mengaku langsung lupa dengan pertanyaan dan jawaban yang seharusnya ia jawab.
Satu-satunya yang ia ingat ketika hidup tanpa tempurung kepala adalah ketika diberi oleh seseorang sebuah tasbih.
Bagaimana kisah lengkapnya? Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Momen itu diceritakan oleh seorang prajurit TNI yang akrab disapa anjing Merauke di channel Youtube AL VIGEST.
Dalam video tersebut, prajurit itu membeberkan bahwa kejadian bermula ketika ia mengalami kecelakaan lalu lintas di Cibinong, Bogor.
Kecelakaan tersebut berlangsung sangat parah, sehingga prajurit itu mengira akan meninggal dalam peristiwa tersebut.
Saat kecelakaan ia melihat sendiri kawannya terlempar jauh dan akhirnya meninggal dunia.
“Tidak sadar, saya pikir saya yang meninggal waktu tabrakan, karena almarhum letting saya ini. Dia yang bawa. Kok, dia yang terlempar, saya yang dekat motor,” kata prajurit TNI.
Diketahui, kecelakaan yang dialami oleh prajurit tersebut terjadi karena ia menabrak trotoar dan kemudian mereka berdua jatuh dari motor dan mengakibatkan luka yang sangat parah.
Advertisement
Selama perawatan di rumah sakit, prajurit TNI AD itu mengaku hidup selama 7 bulan tanpa tempurung kepala dan koma selama 2 minggu.
Selama itu ia hanya mengandalkan makanan dari sebuah cairan.
“Tujuh bulan saya tanpa tempurung kepala, dua minggu tiga hari tidak sadarkan diri dalam ICU dalam aquarium, koma. Saya makan itu pakai cairan. Cairan yang masuk. Tidak tahu saya itu,” kata prajurit TNI tersebut.
Advertisement
Ingatan dengan kawan yang meninggal dunia akibat kecelakaan itu pun meningkat.
Prajurit TNI yang akrab disapa sebagai anjing Merauke itu tidak mengingat apapun setelah bangun dari koma.
Namun, hanya satu benda yang ia ingat, yaitu tasbih. Tasbih itu adalah pemberian dari teman yang meninggal dunia saat kecelakaan bersamanya.
Tasbih tersebut diberikan sebagai bentuk kasih sayang dan kenang-kenangan dari temannya.
“Yang saya cuma ingat waktu almarhum kasih saya tasbih. Dia kasih tasbih itu juga kita duduk, saya ambil. Almarhum bilang, ini kenang-kenangan buat kau,” kata prajurit tersebut.
Namun, saat kecelakaan, ia kehilangan tasbih yang berharga itu. Benda yang disimpan di tas selempang bersama dengan barang lainnya, tiba-tiba hilang dengan sendirinya tanpa jejak.
“Tasbihnya itu waktu tabrakan tidak tahu hilangnya di mana. Tapi saya punya hp, dompet semua dalam tas samping itu semua lengkap, hanya tasbih saja yang hilang,”
Advertisement
jelas prajurit tersebut.