Ada "Sungai" yang Panjang dan Berkelok-kelok di Atmosfer Bumi, Ini Penjelasan Ilmuwan
Sungai atmosfer ini memiliki lebar berkisar antara 400 hingga 600 kilometer dan biasanya terbentuk di lautan tropis.
Sungai atmosfer ini memiliki lebar berkisar antara 400 hingga 600 kilometer dan biasanya terbentuk di lautan tropis, dipicu oleh angin yang terkait dengan siklon.
Ada "Sungai" yang Panjang dan Berkelok-kelok di Atmosfer Bumi, Ini Penjelasan Ilmuwan
Panjang sungai yang berkelok-kelok menjadi pemandangan yang sangat disukai dalam lanskap Bumi. Namun, apakah pernah terpikirkan bahwa sungai juga mengalir di langit?
Betul, sungai atmosfer atau yang sering disebut "sky stream" juga ada, meskipun jauh lebih sulit untuk dikenali. Namun, untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah berhasil memetakan jejak perjalanan air di atmosfer ini.
Para peneliti dari University of California telah menggabungkan data dari berbagai satelit untuk membuat peta koridor uap air yang luas ini. Tim dipimpin oleh ilmuwan atmosfer, yaitu Weiming Ma.
Peta yang dihasilkan mengungkapkan distribusi global arus yang kaya akan kelembaban.
Hal tersebut menjadi langkah besar dalam pemahaman kita tentang dinamika atmosfer dan aktivitas air di udara.
Sebelumnya, para peneliti bergantung pada pemodelan komputer untuk memprediksi pergerakan uap air di atmosfer. Namun, peta yang dibuat oleh Ma dan timnya menunjukkan bahwa model sebelumnya cenderung melebih-lebihkan frekuensi curah hujan yang dihasilkan oleh sungai di atmosfer.
Sungai atmosfer ini memiliki lebar berkisar antara 400 hingga 600 kilometer dan biasanya terbentuk di lautan tropis, dipicu oleh angin yang terkait dengan siklon.
Mengutip EOS dan USGS, Selasa (27/02), Sungai-sungai di atmosfer bertanggung jawab atas 30 persen curah hujan dan salju tahunan di wilayah Eropa dan Amerika Serikat dan lebih dari 40 persen selama musim panas di Asia Timur.
Peristiwa sungai di atmosfer yang kuat dapat mengangkut hingga 15 kali jumlah rata-rata air yang dibuang setiap hari oleh Sungai Mississippi. Kehadiran sungai-sungai atmosfer ini juga dapat membawa bahaya ketika mereka mendarat, seperti banjir besar, angin kencang, dan hujan salju lebat.
Pemahaman yang lebih baik tentang sungai-sungai atmosfer ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan prakiraan cuaca di masa depan.
Dengan menggunakan teknologi observasi satelit yang semakin canggih, harapannya kita akan dapat memperoleh prakiraan cuaca yang lebih akurat dan lebih dapat diandalkan di masa mendatang.
Hal ini menjadi langkah penting dalam memahami dinamika atmosfer bumi dan bagaimana perubahan iklim memengaruhi pola pergerakan air di langit. Dengan pemetaan yang lebih baik, kita dapat lebih siap menghadapi peristiwa cuaca ekstrem dan meminimalkan dampaknya pada kehidupan kita.