Mencicipi Bekasam, Sajian Kuliner Fermentasi dari Ikan Kesukaan Masyarakat Sumatra Barat
Proses pengolahan bekasam tergolong lama, namun semua itu akan sepadan dengan rasaya yang begitu nikmat.
Proses pengolahan bekasam tergolong lama, namun semua itu akan sepadan dengan rasanya yang begitu nikmat.
Mencicipi Bekasam, Sajian Kuliner Fermentasi dari Ikan Kesukaan Masyarakat Sumatra Barat
Kota Palembang begitu identik dengan pempek. Namun kota ini ternyata juga memiliki ragam kuliner unik lainnya, salah satunya bekasam. Makanan ini diolah melalui proses fermentasi alami.
Di beberapa daerah, nama hidangan ini juga disebut pakasam atau iwak samu.
Meski melalui proses fermentasi, tampilan bekasam ini sungguh menggugah selera dengan cita rasa asam dan juga gurih yang berpadu menjadi satu.
Kuliner Turun-temurun
Bekasam dulunya diciptakan oleh masyarakat setempat sebagai salah satu metode dalam mengawetkan ikan saat musim panen.
Terbatasnya tempat dan hasil ikan yang melimpah membuat mereka bingung bagaimana cara mengawetkan ikan.
Masyarakat setempat lantas mencari cara agar ikan-ikan tersebut bisa diawetkan dan tidak dibuang sia-sia.
Akhirnya muncullah bekasam, salah satu metode yang digunakan masyarakat setempat untuk mengawetkan ikan dengan cukup mudah dan praktis.
Hidangan ini merupakan makanan legendaris dan sudah dikenal secara turun-temurun. Bekasam sudah menjadi santapan utama masyarakat Palembang di berbagai kesempatan.
Menggunakan Ikan Air Tawar
Kuliner kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan ini menggunakan bahan utamanya yaitu ikan air tawar seperti ikan gabus, ikan nila, hingga ikan mujaer.
Proses fermantasi ikan ini membutuhkan waktu kurang lebih seminggu hingga sepuluh hari kemudian disimpan di tempat kedap udara.
Memang prosesnya tergolong lama, namun semua itu akan sepadan dengan rasanya yang begitu nikmat.
Proses Fermentasi
Melansir dari budaya-indonesia.org, proses fermentasi bekasam ini terbilang unik. Pasalnya tak hanya menggunakan bumbu-bumbu masakan saja, melainkan ditambah dengan sedikit nasi.
Tujuan penggunaan nasi dalam proses fermantasi bekasam sebagai sumber karbohidrat dan memicu pertumbuhan mikroorganisme. Zat yang membantu proses fermentasi ini oleh bakteri asam laktat.
Agar mendapatkan hasil fermentasi yang baik, ikan diolah terlebih dahulu dengan cara dibersihkan sisik dan isi perutnya. Kemudian rendam ikan di dalam larutan garam selama dua hari dan ditutup dalam wadah kedap udara.