Jonatan Christie Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Perempat Final Indonesia Masters 2025
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia di Indonesia Masters 2025.
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia di Indonesia Masters 2025 setelah Anthony Sinisuka Ginting memilih untuk mundur akibat cedera yang belum sepenuhnya sembuh.
Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo ini berhasil melanjutkan langkahnya setelah mengalahkan Lin Chun-yi dari Chinese Taipei dengan skor 21-9, 10-21, 21-15 pada babak kedua turnamen yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/1/2025).
Jojo, yang kini menjadi harapan Indonesia di nomor tunggal putra, diharapkan dapat meraih gelar juara di Indonesia Masters 2025. Harapan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian atau yang lebih dikenal dengan sebutan Koh Didi.
"Saya juga mengandalkan Koh Didi sebenarnya," ungkap Jojo dengan nada bercanda. "Saya juga baru mendengar. Namun, saya adalah tunggal putra satu-satunya," tambahnya.
Jojo berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. "Saya akan berusaha semaksimal mungkin terlepas dari hasil apapun nantinya. Saya ingin menampilkan yang terbaik," kata Jojo.
"Saya optimistis untuk berusaha mati-matian. Itu pasti," ujar pebulutangkis yang kini menduduki peringkat tiga dunia, di belakang Shi Yu Qi dari China dan Anders Antonsen dari Denmark.
Menunggu pihak lawan
Jojo kini tengah menantikan lawan di babak perempat final Indonesia Masters 2025. Dia akan berhadapan dengan salah satu di antara Kenta Nishimoto dari Jepang atau Lakshya Sen dari India.
"Saya masih belum tahu. Pikirkan nanti saja. Hari masih panjang. Recovery dulu. Setelah tahu lawannya siapa, baru komunikasi lagi," ungkap Jojo.
Jojo juga menambahkan, "Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan meski ada sedikit kendala. Tapi secara keseluruhan, saya bahagia dan bersyukur bisa mengubah strategi dan pola untuk menang."
Ia merasa cukup puas karena mampu bangkit kembali setelah tertinggal jauh di gim kedua. "Saya bisa fokus lagi dan memutar strategi di gim ketiga untuk bermain seperti apa," kata pebulutangkis berusia 27 tahun ini.