Panduan Diet Kolesterol ala Dokter, Ketahui 5 Tips yang Bisa Kita Terapkan
Pelajari panduan diet kolesterol dari dokter! Perbanyak serat, kurangi lemak jenuh, hindari karbohidrat olahan, dan pilih lemak sehat.
Menjaga pola makan atau diet adalah salah satu metode yang efektif untuk mengurangi risiko kolesterol tinggi. Namun, penting untuk menyesuaikan diet tersebut dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi, dr. Ida Gunawan, MS SpGK(K).
"Ya itu mesti personalize, jadi harus personal, mesti ketemu dengan orang profesional dalam hal ini dokter gizi. Nanti dilihat, kalau bicara kolesterol, kan, ornamennya banyak. Kolesterol total, HDL atau high-density lipoprotein (kolesterol baik), LDL atau low-density lipoprotein (kolesterol jahat), trigliserida, dan lipid profile yang lain," ungkap Ida kepada Health Liputan6.com usai peluncuran Smart Report 2.0 dan New Feature Health Plan Prodia. Ida juga menekankan pentingnya memahami berbagai faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, termasuk kadar gula darah. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk mendapatkan arahan dari dokter gizi agar pola makan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
Diet Apa yang Tepat untuk Kolesterol?
Secara umum, Ida memberikan beberapa rekomendasi penting untuk diet kolesterol:
1. Cukupi Asupan Serat
Serat adalah komponen yang sangat penting dalam diet kolesterol. Makanan yang kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
2. Kurangi Lemak Jenuh
Lemak jenuh yang banyak ditemukan pada makanan olahan, daging berlemak, dan produk susu tinggi lemak sebaiknya dikurangi. Sebagai alternatif, pilihlah sumber lemak yang lebih sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
3. Hindari Karbohidrat Bertepung
"Kurangi karbo yang bertepung-tepung," jelas Ida. Menurutnya, karbohidrat olahan seperti roti putih dan makanan berbasis tepung dapat meningkatkan kadar trigliserida, yang berdampak negatif pada profil lipid tubuh.
4. Rutin Berolahraga
Selain menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kadar kolesterol baik. "Olahraga dapat membantu menaikkan kolesterol baik (HDL)," kata Ida. Dengan meningkatnya kadar HDL, risiko penumpukan kolesterol jahat (LDL) di pembuluh darah dapat ditekan.
5. Pantau Kadar Kolesterol Secara Berkala
Di zaman sekarang, pemantauan kadar kolesterol menjadi semakin mudah. Prodia, misalnya, menawarkan layanan pemantauan kadar kolesterol serta konsultasi dengan dokter yang dapat diakses secara daring melalui aplikasi.
Atur Kolesterol Menggunakan Aplikasi
Pada kesempatan yang sama, Andri Hidayat, selaku Direktur Business & Product PT Prodia Digital Indonesia serta Direktur Digital Service Transformation & IT PT Prodia Widyahusada Tbk, mengungkapkan bahwa kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus perhatian mereka. Melalui aplikasi yang bernama U by Prodia, pasien memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dan merancang rencana pola makan dengan bantuan para ahli. Hal ini termasuk dalam program diet yang bertujuan untuk mencegah atau menurunkan kadar kolesterol tinggi.
Andri juga menambahkan, "Di U by Prodia bisa melakukan lebih dari 5.000 pemeriksaan lab, bukan hanya kolesterol tetapi semua yang dibutuhkan pasien," ujarnya kepada Health Liputan6.com. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pasien dapat lebih mudah mengelola kesehatan mereka dan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Andri mengakui bahwa penyakit kolesterol tinggi adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk menyediakan layanan online yang membantu pasien dalam menerapkan gaya hidup sehat. Dia juga menyampaikan bahwa aplikasi ini memiliki fitur konsultasi gratis dengan dokter. Saat ini, lebih dari 300 dokter telah bergabung dan siap melayani pasien melalui chat. "Ada sekitar 23 spesialis yang tersedia; mayoritas adalah dokter umum, kemudian ada internis, obgyn, spesialis anak, dan bahkan ada konsultasi gizi," ujarnya.
Buatlah Rencana Kesehatan
Andri menawarkan program kesehatan yang terdiri dari 14 jenis rencana. "Saat ini, kami memiliki 14 health plan, di antaranya untuk menurunkan berat badan, program khusus bagi individu dengan prediabetes agar tidak berkembang menjadi diabetes, serta rencana bagi mereka yang ingin menurunkan kadar lemak," ungkap Andri. Ia menambahkan bahwa setiap health plan ini dirancang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan juga tersedia opsi bundling dengan katering sehat. Menariknya, mayoritas pengguna program ini adalah orang-orang berusia muda, dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun dan 20 hingga 40 tahun, yang menunjukkan antusiasme yang tinggi," jelasnya.
Menurut Andri, meningkatnya kesadaran akan kesehatan di kalangan generasi muda dipicu oleh pandemi COVID-19. "Kita semua tahu bahwa salah satu dampak positif dari pandemi COVID-19 adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Mereka kini lebih peduli terhadap pola hidup sehat, makanan yang sehat, dan aktivitas fisik. Bahkan, mereka sudah mulai memahami tentang PCR, yang sebelumnya tidak banyak diketahui orang," tutup Andri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2878008/original/054745300_1565600209-Infografis_7_Jurus_Turunkan_Kolesterol-rev.jpg)