Olahraga Saat Puasa Ramadan, Lebih Baik Subuh atau Setelah Berbuka? Ini Kata Dokter
Ada tiga pilihan waktu untuk berolahraga selama bulan puasa Ramadan. Pilihannya adalah sebelum sahur, setelah berbuka puasa, dan saat malam setelah tarawih.
Waktu untuk berolahraga selama bulan Ramadan perlu diatur agar sesuai dengan kondisi tubuh yang tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Menurut Andhika Raspati, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga, olahraga sebaiknya dilakukan setelah sahur, menjelang berbuka, atau sebelum tarawih.
"Pertama bisa setelah sahur. Latihan pagi boleh karena setelah sahur energi masih banyak. Yang harus hati-hati adalah jangan sampai berlebihan hingga keringatan banyak, bisa dehidrasi sampai magrib," kata Dhika dalam pertemuan media Hilo X Satya Wacana Salatiga Official Protein Partner di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Jika memilih untuk berolahraga di pagi hari, disarankan untuk menghindari jenis latihan yang menguras banyak keringat. Latihan yang tepat pada waktu ini adalah gym di ruang berpendingin. Selain itu, latihan juga dapat dilakukan menjelang berbuka puasa, asalkan tidak berlebihan. Ia menyarankan beberapa aktivitas seperti jalan santai, jogging ringan, dan lain sebagainya.
"Banyak orang memilih latihan jelang buka karena berpikir jika haus maka tinggal minum. Masalahnya, jelang berbuka kondisi 'baterai' itu sedang lowbat-lowbat-nya," jelasnya.
"Jangan bermain yang sifatnya butuh banyak energi di sore hari, apalagi di minggu pertama, jangan terlalu yang ugal-ugalan karena gulanya udah habis sepanjang hari enggak makan," imbau Dhika.
30 Menit Sebelum Tarawih
Dhika menyampaikan bahwa berolahraga di bulan Ramadan tetap bisa dilakukan setelah berbuka puasa. Ia merekomendasikan untuk melakukannya sekitar 30 menit sebelum shalat tarawih.
"Kalau boleh saran, kita kejar sebelum tarawih," ungkap Dhika. Ia menekankan bahwa waktu antara magrib dan tarawih sangat terbatas, sehingga penting untuk tidak berlebihan saat berbuka puasa.
Dhika menambahkan, "Mau enggak mau pas takjil kita jangan kalap." Ia menyarankan agar saat berbuka, kita hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang secukupnya. Misalnya, cukup dengan minum jus untuk mengisi energi sedikit saja. Dengan demikian, kita bisa siap untuk berlatih selama setengah jam sebelum shalat tarawih. Pendekatan ini memungkinkan kita tetap aktif tanpa merasa berat setelah berbuka.
Olahraga Selama Bulan Puasa Memiliki Beberapa Tujuan
Menurut Dhika, tujuan berolahraga selama bulan puasa Ramadan adalah untuk menjaga kebugaran tubuh. Ia menjelaskan bahwa jika aktivitas fisik dihentikan selama sebulan penuh, maka kebugaran tubuh seseorang akan mengalami penurunan.
"Makanya kita ingin tetap aktif, tapi tetap perlu penyesuaian," tuturnya. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk tetap melanjutkan rutinitas olahraga mereka dengan cara yang sesuai dengan kondisi tubuh saat berpuasa.
Dengan tetap berolahraga, seseorang dapat menjaga stamina dan kesehatan secara keseluruhan. Namun, Dhika menekankan bahwa penyesuaian dalam metode dan intensitas latihan harus dilakukan agar tidak mengganggu ibadah puasa. Hal ini penting agar manfaat olahraga tetap terasa tanpa mengorbankan kenyamanan selama berpuasa.