Tips Aman Olahraga Saat Puasa: Dokter Sarankan Padel Terbatas 45 Menit
Menjaga kebugaran tubuh saat bulan Ramadhan tetap penting. Dokter menyarankan berbagai jenis olahraga saat puasa, termasuk padel, dengan durasi dan waktu yang strategis untuk menghindari risiko kesehatan dan menjaga stamina.
Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak masyarakat mulai bertanya-tanya mengenai aktivitas fisik yang aman dilakukan selama berpuasa. Dokter RS Sari Asih Ciputat Tangerang Selatan, dr. Doni Revai, memberikan panduan penting terkait olahraga saat puasa. Menurutnya, olahraga tetap bisa dilakukan dengan strategi yang tepat agar tubuh tetap bugar tanpa mengganggu ibadah puasa.
Salah satu olahraga yang disebut dr. Doni adalah padel, yang dapat dimainkan dalam waktu terbatas. Ia menyarankan untuk melakukan aktivitas ini selama 45 menit menjelang waktu berbuka puasa. Pemilihan waktu ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat olahraga sekaligus meminimalkan risiko dehidrasi atau kelelahan berlebihan.
Kunci utama dalam berolahraga saat puasa bukanlah intensitas, melainkan manajemen waktu dan jenis gerakan yang dipilih. Dengan perencanaan yang baik, masyarakat dapat menjaga sirkulasi darah, membakar lemak, dan memperkuat otot jantung. Ini memastikan tubuh tetap prima hingga hari kemenangan tiba.
Waktu Terbaik dan Jenis Olahraga yang Dianjurkan
dr. Doni Revai mengidentifikasi tiga waktu strategis untuk melakukan olahraga saat bulan puasa. Waktu-waktu tersebut adalah satu jam sebelum berbuka puasa, setelah berbuka puasa, dan setelah sahur. Pemilihan waktu ini penting untuk menghindari rasa haus atau lemas berlebihan yang berisiko membatalkan puasa.
Selain padel, ada beberapa jenis olahraga ringan lain yang direkomendasikan. Jalan santai adalah pilihan yang baik untuk menjaga sirkulasi darah tanpa membebani jantung secara berlebihan. Bersepeda santai juga bisa menjadi alternatif menyenangkan, terutama di sore hari sambil menunggu waktu berbuka atau "ngabuburit".
Yoga, dengan fokus pada pernapasan dan peregangan otot, sangat efektif untuk mengurangi kekakuan tubuh selama puasa. Angkat beban ringan juga disarankan untuk menjaga massa otot agar tidak menyusut. Penting untuk diingat bahwa tubuh cenderung meningkatkan penggunaan cadangan lemak sebagai sumber energi saat berpuasa, sehingga olahraga berat harus dihindari.
Manfaat dan Rekomendasi Olahraga Ringan
Bermain padel, misalnya, tidak hanya membakar lemak tetapi juga membantu memperkuat otot jantung dan melancarkan sirkulasi darah. Untuk meminimalkan penguapan cairan tubuh, dr. Doni menyarankan untuk bermain ganda dan memilih lapangan indoor dengan sirkulasi udara yang baik atau pendingin ruangan (AC). Hal ini membantu menjaga kenyamanan dan mencegah dehidrasi.
Meskipun asupan nutrisi dan hidrasi terbatas selama puasa, berolahraga tetap penting untuk menjaga kebugaran. Ini bukan alasan untuk berhenti bergerak sama sekali. Kuncinya adalah memilih aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri.
Olahraga ringan seperti jalan santai, bersepeda, yoga, atau angkat beban ringan dapat membantu menjaga stamina dan kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas-aktivitas ini dirancang untuk mendukung fungsi tubuh tanpa menimbulkan stres berlebihan pada sistem pencernaan atau kardiovaskular yang sedang beradaptasi dengan ritme puasa.
Waspada Risiko Kesehatan Saat Berolahraga Puasa
Meskipun olahraga saat puasa dianjurkan, masyarakat perlu mewaspadai beberapa risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Bagi penderita diabetes, risiko hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah sangat mungkin terjadi. Aktivitas fisik saat puasa bisa memicu pusing hingga pingsan bagi pemilik tekanan darah rendah.
Penyakit jantung juga bisa muncul karena perubahan ritme jantung dan potensi dehidrasi yang dapat memperberat kerja jantung. Selain itu, maag akut dapat kambuh atau memburuk. Olahraga yang terlalu intens terkadang memicu naiknya asam lambung jika perut dalam keadaan kosong terlalu lama.
Oleh karena itu, dr. Doni menekankan bahwa olahraga saat puasa adalah tentang menjaga kebugaran, bukan mengejar rekor pribadi. Dengan memilih waktu yang tepat dan jenis olahraga yang ringan, masyarakat tetap bisa tampil prima. Konsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga saat puasa sangat disarankan, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan khusus.
Sumber: AntaraNews