Peneliti BRIN Usulkan Peningkatan Porsi Telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan untuk Gizi Optimal
Peneliti BRIN Prof. Fitrah Ernawati menyarankan penambahan porsi telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan. Mengapa telur penting untuk gizi seimbang selama puasa?
Prof. Fitrah Ernawati, peneliti dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengusulkan peningkatan jumlah telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan didistribusikan selama bulan Ramadhan. Usulan ini disampaikan dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026, sebagai respons terhadap menu yang kurang seimbang.
Menurut Prof. Fitrah, telur merupakan sumber protein yang awet, murah, dan mudah dikonsumsi, menjadikannya pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi selama berpuasa. Saran ini muncul setelah adanya laporan mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan instan atau biskuit olahan.
Menu MBG yang dilaporkan, seperti roti, susu, dan buah naga yang diberikan per tiga hari, dinilai tidak seimbang dan cenderung mengandung gula berlebih. Oleh karena itu, penambahan protein hewani seperti telur menjadi krusial untuk memastikan asupan gizi yang memadai bagi penerima manfaat program.
Evaluasi Gizi Menu MBG Saat Ini
Prof. Fitrah Ernawati menyoroti komposisi gizi dari beberapa menu MBG yang telah disalurkan, khususnya selama Ramadhan. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menu yang seringkali terdiri dari roti, susu, dan buah naga, yang diberikan dalam interval tiga hari sekali. Menurutnya, kombinasi ini berpotensi menyebabkan asupan gula berlebih dan kekurangan nutrisi penting lainnya.
"Ini hipotesis saja, roti kemudian susu itu saya sering melihat banyak gulanya. Vitamin dan mineralnya sedikit," ujar dia. Meskipun buah naga dapat menyumbang vitamin dan mineral, jumlahnya dinilai tidak mencukupi jika hanya satu buah untuk tiga hari. Keseimbangan gizi menjadi pertanyaan besar dengan komposisi menu tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menu MBG yang diamati tersebut belum memenuhi kebutuhan protein hewani secara optimal. Protein hewani penting untuk asupan zinc dan mineral-mineral esensial lainnya yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama saat berpuasa. Kekurangan ini dapat berdampak pada kesehatan dan daya tahan tubuh penerima manfaat.
Pentingnya Telur sebagai Sumber Gizi Murah dan Efektif
Melihat celah gizi yang ada, Prof. Fitrah mengusulkan kepada pemangku kepentingan terkait untuk mempertimbangkan penambahan porsi telur dalam program MBG Ramadhan. Telur dikenal sebagai sumber protein hewani yang lengkap, kaya akan vitamin dan mineral penting, serta memiliki harga yang relatif terjangkau dan mudah diolah.
"Di sini tidak ada protein hewani yang banyak mengandung zinc dan mineral-mineral penting lainnya. Jadi ini masih kurang asupan dari protein hewani," ucap Fitrah, menegaskan urgensi penambahan telur. Keawetan telur juga menjadi nilai tambah, menjadikannya pilihan praktis untuk didistribusikan sebagai bagian dari paket makanan.
Dengan memasukkan telur, diharapkan program MBG dapat memberikan asupan gizi yang lebih seimbang, terutama protein hewani yang seringkali terabaikan. Ini akan membantu menjaga stamina dan kesehatan penerima manfaat selama menjalani ibadah puasa, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi anak-anak sekolah.
Penyesuaian Program MBG Selama Ramadhan oleh Pemerintah
Pemerintah telah memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan selama bulan Ramadhan, termasuk pada masa libur dan cuti bersama. Namun, mekanisme penyaluran program ini akan disesuaikan di beberapa wilayah untuk mengakomodasi kondisi masyarakat yang berpuasa.
Di daerah yang mayoritas penduduknya berpuasa, penyaluran MBG akan dilakukan melalui paket makanan kemasan sehat yang dapat dibawa pulang. Paket ini dirancang agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa, memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang diperlukan. Sementara itu, di sekolah-sekolah yang berada di daerah mayoritas non-Muslim, program akan tetap berjalan normal.
Badan Gizi Nasional (BGN) secara aktif meningkatkan kualitas menu dan kemasan MBG untuk menjamin keamanan pangan dan memenuhi standar gizi nasional. BGN juga melakukan evaluasi menyeluruh, mencakup aspek kemasan, komposisi gizi, hingga transparansi anggaran, demi memastikan efektivitas dan keberhasilan program dalam mencapai tujuannya.
Sumber: AntaraNews