Ketahui Pertolongan yang Perlu Dilakukan pada Pekerja yang Alami Stres, Bantu Cegah Bunuh Diri
Pertolongan pertama pada pegawai yang mengalami stres merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya tindakan bunuh diri.
Stres yang dialami oleh pekerja merupakan masalah serius yang tak boleh diabaikan, terutama jika berujung pada niat untuk bunuh diri. Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., menekankan pentingnya pertolongan pertama bagi pekerja yang tengah mengalami tekanan mental. Bantuan awal dari rekan kerja sangat krusial untuk mencegah tindakan yang lebih fatal dan meringankan beban mental yang dialami.
"Memahami apa yang bisa dilakukan sebagai bala bantuan awal kalau ada rekan kerja yang mengalami masalah kesehatan mental, kalau di kantor bisa diberdayakan untuk diberikan pertolongan pertama tadi setidaknya itu akan meringankan beban si tenaga kerja," ujar Anna, yang akrab disapa Nina, dilansir dari Antara.
Pertolongan pertama pada pekerja yang mengalami stres bukanlah sesuatu yang rumit, namun perlu kesadaran dan perhatian dari rekan kerja. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengamati lingkungan sekitar orang tersebut. Jika terdapat benda-benda tajam atau obat-obatan di sekitarnya, segera singkirkan untuk mencegah kemungkinan orang tersebut melukai diri sendiri.
Setelah memastikan lingkungan aman, peran mendengarkan menjadi kunci. Nina menyarankan agar rekan kerja memberikan ruang bagi orang yang sedang stres untuk berbicara jika mereka merasa nyaman untuk melakukannya.
“Kita bisa mendengarkan apa-apa yang jadi curahan dia, cerita dia seperti apa. Kalau dia berkenan untuk didengarkan, ketika itu sudah lebih tenang maka kita bisa menghubungkan ke dukungan psikologis,” jelas Nina.
Pendekatan ini bisa menjadi langkah awal dalam memberikan dukungan kepada pekerja yang mengalami gangguan kesehatan mental. Di sisi lain, perusahaan juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental karyawan. Nina menyarankan agar perusahaan memiliki jaringan tenaga kesehatan jiwa yang siap membantu ketika dibutuhkan. Pelatihan bagi rekan kerja untuk mendeteksi dan menangani gejala stres pada sesama pekerja juga sebaiknya disediakan oleh perusahaan.
Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan sedang berupaya memperkenalkan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) sebagai langkah awal dalam memberikan bantuan psikologis.
“Kalau memang dibutuhkan, dia bisa ke layanan kesehatan mental, pertolongan awal itu yang kita sebut psychological first aid dan itu sedang disosialisasikan Kemenkes sebagai P3LP, Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis,” kata Nina.
Lebih lanjut, Nina menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan mental. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan beristirahat dari rutinitas yang monoton, misalnya dengan berolahraga untuk menjaga kesehatan jantung atau tidur yang cukup. Ia juga mendorong konsumsi makanan sehat untuk mendukung energi positif dalam diri.
“Istirahat juga berarti melakukan sesuatu hal yang kita senangi, itu merawat kesehatan emosional. Kita bisa juga bertemu orang-orang yang kita sukai, jadi itu semua yang kita sebut self care atau perawatan diri. Perawatan diri nggak harus ke salon, jadi yang betul-betul kita butuhkan dan kita sukai,” lanjut Nina.
Mengelilingi diri dengan hal-hal positif juga menjadi langkah penting untuk mencegah stres dan pikiran negatif. Nina menambahkan bahwa fokus pada hal-hal positif dalam hidup dapat membantu seseorang bersyukur dan menemukan semangat baru. Dengan demikian, tindakan-tindakan kecil ini bisa menjadi perisai dalam menghadapi tekanan mental yang berat dan mencegah keinginan untuk mengakhiri hidup.
Dalam situasi ini, peran rekan kerja dan perusahaan sangatlah penting. Kepedulian dan kesadaran dari lingkungan sekitar dapat menjadi penentu utama dalam mencegah hal-hal buruk terjadi pada mereka yang mengalami stres di tempat kerja.