Kenapa Ada Lubang-Lubang di Keju? Apa Fungsinya? Begini Penjelasan Ilmiahnya
Bagaimana tahapan dalam proses pembuatan keju yang terkenal di Swiss?
Keju Swiss terkenal dengan bentuk uniknya yang memiliki banyak lubang di permukaannya. Banyak orang beranggapan bahwa lubang-lubang pada keju ini disebabkan oleh gigitan tikus, namun sebenarnya penyebabnya tidak ada hubungannya dengan hewan pengerat tersebut.
Menurut U.S. Dairy, sebuah organisasi perdagangan yang didukung oleh para peternak sapi perah, lubang-lubang di keju Swiss terbentuk akibat aktivitas bakteri dari genus Propionibacteria, yang juga dikenal sebagai Props, seperti yang dilansir oleh Mental Floss pada Rabu (15/10).
Bakteri ini biasanya terdapat dalam susu mentah sebelum proses pasteurisasi dilakukan untuk membunuh bakteri. Sebelumnya, mikroba ini muncul secara alami, dan kini para pembuat keju harus menambahkannya kembali ke dalam susu setelah proses pasteurisasi.
Proses pembuatan keju Swiss melibatkan penyimpanan dadih keju dalam ruangan hangat selama beberapa bulan untuk fermentasi. Ketika bakteri mengonsumsi gula dan karbohidrat dari bahan makanan, mereka memproduksi asam laktat sebagai hasil sampingan.
Dalam keju Swiss, Propionibacteria mengonsumsi sisa asam laktat tersebut dan menghasilkan gas karbon dioksida. Gas inilah yang menciptakan gelembung udara di dalam keju, sehingga membentuk lubang khas yang sering disebut sebagai "mata."
Kualitas Keju Swiss
Di Amerika Serikat, istilah "Swiss cheese" digunakan secara luas. Namun, di negara asalnya, keju ini dikenal dengan nama Emmental. Badan Pertanian AS (USDA) menilai kualitas keju Swiss berdasarkan jumlah, ukuran, dan distribusi lubangnya.
Meskipun secara umum keju Swiss memiliki lubang, ada juga varian yang tidak memiliki lubang, yang dikenal sebagai "blind cheese," meskipun rasa dan kualitasnya tetap sama.
Selain keju Swiss, beberapa jenis keju lain seperti Havarti, Tilsit, dan Gouda juga dapat memiliki rongga kecil akibat proses fermentasi alami.