Hendak Kentut Saja Tapi Kok Kelepasan Hingga Cepirit, Apa Penyebabnya?
Ketika mengalami kondisi kesehatan tertentu, seseorang bisa tidak sengaja kentut hingga buang air.
Pernahkan kamu mengalami kecelakaan ketika hendak kentut tetapi baru sadar malah ada sesuatu yang ikut keluar?
Hendak Kentut Saja Tapi Kok Kelepasan Hingga Cepirit, Apa Penyebabnya?
Fenomena ini secara medis dikenal sebagai inkontinensia feses. Kondisi ini bisa terjadi ketika Anda berusaha menahan buang air besar atau pada saat mengalami masalah kesehatan lain.Secara umum, kentut dan buang air besar adalah fungsi tubuh yang sepenuhnya normal. Kita semua pernah mengalami kentut saat buang air besar, namun cepirit atau keluarnya tinja saat kentut bukanlah hal yang seharusnya terjadi secara rutin.
Cepirit mungkin terjadi ketika kita menahan buang air besar atau tidak sepenuhnya mengosongkan usus saat buang air besar. Hal ini bisa menyebabkan tinja yang tersisa di rektum dan keluar saat Anda kentut.
Selain itu, semakin bertambah usia, semakin mungkin Anda mengalami cepirit ini karena otot-otot sfingter yang mengontrol buang air besar melemah seiring bertambahnya usia.
Dilansir dari Healthline, cepirit ini juga rentan terjadi akibat sejumlah kondisi medis berupa:
Diare
Diare adalah kondisi ketika tinja menjadi encer atau berair, membuat kemungkinan keluar atau bocornya tinja dari rektum lebih tinggi. Diare biasanya disertai dengan kram perut, kembung, dan tentu saja, kentut.
Konstipasi
Konstipasi adalah kondisi ketika tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Tinja yang keras dapat merenggangkan dan melemahkan otot di rektum, sehingga memudahkan tinja yang berair untuk bocor saat Anda kentut.
Wasir
Wasir atau ambeien adalah kondisi yang menyebabkan pembuluh darah di rektum membengkak, membuat anus tidak dapat menutup dengan benar. Kondisi wasir ini memudahkan tinja untuk keluar saat Anda kentut.
Kerusakan Saraf
Kerusakan pada saraf yang mengendalikan rektum, anus, dan lantai pelvis bisa membuat Anda kesulitan merasakan keberadaan tinja di dalam rektum. Selain itu, kerusakan saraf juga bisa mengganggu pengendalian otot, sehingga sulit untuk menahan buang air besar, terutama ketika kentut.
Kerusakan Otot
Kerusakan pada otot di rektum, anus, dan lantai pelvis bisa membuat Anda kesulitan untuk menjaga anus tetap tertutup dan tinja tetap berada di dalam. Kerusakan otot ini bisa terjadi akibat operasi, trauma, atau setelah melahirkan.
Rektokele
Rektokele adalah kondisi ketikarektum menonjol melalui vagina. Ini juga dikenal sebagai prolaps vagina posterior. Terjadi ketika dinding yang memisahkan rektum dari vagina melemah.
Prolaps Rektal
Prolaps rektal terjadi ketika rektum turun dari posisi normalnya dan menonjol melalui anus. Apapun yang merusak saraf atau otot di daerah tersebut bisa menyebabkan prolaps rektal, seperti mengejan akibat konstipasi kronis atau saat melahirkan, operasi, dan penuaan.
Jika cepirit terjadi terlalu sering, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.