Dokter Ungkap Cara Mendukung Pertumbuhan Tinggi Badan Anak, Kalsium Jadi Kunci
Dokter spesialis anak yang juga konsultan endokrin menyatakan bahwa terdapat berbagai faktor.
Banyak orangtua berusaha untuk memaksimalkan tinggi badan anak mereka. Selain faktor genetik, terdapat beberapa aspek yang dapat diupayakan untuk mencapai tinggi badan yang optimal. Profesor dokter Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, yang merupakan dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, menjelaskan bahwa terdapat empat faktor yang memengaruhi tinggi badan anak.
1. Kalori Harus Cukup Sesuai Kebutuhan Pastikan anak mendapatkan asupan kalori yang cukup agar berat badan ideal. Apabila berat badan anak di bawah normal, maka pertumbuhan tinggi badan akan terhambat.
"Kalau anaknya berat badannya enggak cukup, enggak bisa bertumbuh dengan optimal," kata dokter dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI dalam media briefing bersama IDAI pada Selasa, 14 April 2026.
2. Penuhi Kebutuhan Protein Salah satu aspek penting dalam mengoptimalkan tinggi badan anak adalah asupan protein. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan protein, terutama yang berasal dari sumber hewani seperti daging, ikan, ayam, dan seafood. "Protein nabati seperti kacang-kacangan itu butuh tapi yang paling bagus protein hewani," tuturnya.
3. Asupan Kalsium, Fosfor, dan Vitamin D Kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang, jadi pastikan kebutuhan kalsium anak terpenuhi. "Kalsium itu berasal terutama dari susu dan produk dairy lainnya, lalu kalsium juga di daging merah. Jadi, jangan anak enggak dikasih susu," kata Jose. Dua gelas susu per hari, kata Jose, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak. Selain itu, tubuh juga memerlukan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang.
Olahraga
Olahraga sangat berperan dalam mendukung pertumbuhan anak, karena saat berolahraga, tubuh anak akan terstimulasi untuk memproduksi hormon pertumbuhan. Jose menekankan pentingnya memilih jenis olahraga yang non high impact untuk menghindari risiko cedera. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, olahraga yang disarankan meliputi berenang, futsal, badminton, dan basket. "Tapi jangan olahraga yang high impact ya, karena itu bisa ganggu lempeng pertumbuhan," pesannya.
5. Tidur Cukup
Jose juga menjelaskan bahwa tidur yang cukup sangat penting bagi anak sesuai dengan usia mereka. "Tidur cukup itu sangat membantu untuk pertumbuhan," ujarnya. Pastikan anak tidur tidak terlalu larut malam agar mereka bisa mendapatkan deep sleep yang berkualitas, yang sangat mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan mereka. Tidur yang berkualitas akan membantu tubuh anak memulihkan diri dan memperbaiki sel-sel yang rusak, sehingga mereka dapat tumbuh dengan baik.
Pertumbuhan
Ketika pertumbuhan tinggi badan anak tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Misalnya, anak yang berusia 4 tahun seharusnya memiliki tinggi badan dua kali lipat dari panjang saat lahir. Jika panjang lahirnya 50 cm, maka pada usia 4 tahun, anak tersebut seharusnya memiliki tinggi 100 cm. Selain itu, anak-anak yang berusia 3 tahun hingga pra-pubertas biasanya mengalami peningkatan tinggi badan sekitar 5-7 cm setiap tahunnya. Jika tinggi badan anak tidak meningkat hingga 5 cm dalam satu tahun, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. "Kalau anak 5 tahun enggak mencapai 5 cm (tinggi badan bertambah) maka segera ke dokter, konsultasikan kenapa," katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemantauan pertumbuhan anak sangat penting untuk kesehatan mereka. Jika ada tanda-tanda pertumbuhan yang tidak normal, tindakan cepat dapat membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin ada. Dengan berkonsultasi kepada dokter, orang tua dapat memperoleh informasi yang tepat dan solusi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan anak. Mengabaikan masalah pertumbuhan dapat berdampak negatif pada kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.