Dokter Jelaskan Perbedaan Perkembangan Kanker Ginjal pada Anak dan Dewasa
Secara umum, jenis kanker yang paling sering pada anak sifatnya adalah cair atau kanker darah ini hampir mendominasi sekitar 30 persen
Dokter spesialis anak subspesialis hemato onkologi dari RS Hasan Sadikin Bandung, dr. Nur Melani Sp.A Subsp.HO(K), mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik kanker ginjal pada anak dan orang dewasa yang dapat dilihat dari perkembangan sel serta jenis kanker yang muncul pada masing-masing kelompok usia tersebut.
"Pada anak kanker biasanya terjadi karena gangguan perkembangan sel yang sifatnya memang secara genetik cukup kompleks untuk bisa dijelaskan, biasanya terjadi pada awal kehidupan dan tidak berkaitan dengan pola atau gaya hidup tertentu," kata Nur dalam diskusi bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa. (10/3).
Seperti dikutip dari Antara, secara umum, jenis kanker yang paling sering pada anak sifatnya adalah cair atau kanker darah ini hampir mendominasi sekitar 30 persen sampai 40 persen, sisanya adalah sifatnya padat.
Faktor Risiko
Spesifik pada kanker ginjal, ia menjelaskan faktor risiko pada kanker ginjal ganas pada anak umumnya terjadi bukan karena gaya hidup tetapi karena anak memiliki kondisi-kondisi yang bersifat genetik seperti nephroblastoma atau Wilms tumor.
Sementara pada dewasa, faktor risiko kanker ginjal terjadi pada sel yang sudah matang, paling sering adalah renal cell carcinoma dari kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronis, penggunaan obat tertentu jangka panjang, faktor genetik maupun usia tua.
Kanker ginjal karena sel yang belum matang puncaknya terjadi pada usia 5-9 tahun dan hampir 90 persen tumor ganas ginjal atau kanker ginjal sifatnya menyerang satu ginjal, 72 persen menyerang kedua ginjal dan 10 persen lainnya mengalami penyebaran ke organ lain.
"Kanker anak sampai saat ini tidak pernah ada pergeseran usia. Karena memang kanker anak tadi terjadi ketika sel yang masih berkembang itu terjadi dalam proses maturasi atau perkembangannya. Jadi di situ sebenarnya tidak ada kaitan karena faktor nutrisi atau apa pun," kata dia.
Kanker ginjal anak
Nur menjelaskan kanker ginjal anak secara epidemiologi dikategorikan sebagai kanker langka (rare cancer), sehingga penanganan dan diagnostik yang tepat dapat menghasilkan angka kesembuhan mencapai 80-90 persen pada 5 tahun pertama sejak diagnosis kanker diketahui.
Promosi pola hidup sehat perlu dilakukan untuk mengurangi keparahan kanker ginjal baik pada anak maupun dewasa terutama dari makanan. Hindari makanan yang dapat merusak fungsi ginjal secara umum yakni makanan berpengawet, makanan olahan ultra dan berpemanis.