Awas! Bahaya Tidur dengan Pakaian Pergi Bisa Sebabkan Infeksi Kulit dan Alergi
Tidur dengan pakaian pergi ternyata menyimpan bahaya kesehatan yang tak terduga. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko infeksi kulit, hingga kualitas tidur.
Setelah seharian beraktivitas di luar rumah, rasanya nikmat bisa langsung rebahan di kasur. Namun, tahukah Anda bahwa tidur dengan pakaian yang sama seperti saat bepergian (pakaian pergi) bisa menimbulkan masalah kesehatan? Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa cukup serius. Apa saja bahaya tidur menggunakan pakaian pergi dan bagaimana cara menghindarinya?
Banyak orang merasa malas mengganti pakaian setelah pulang dari beraktivitas. Padahal, pakaian yang kita kenakan seharian telah terpapar berbagai kotoran, debu, dan kuman dari tempat-tempat yang kita kunjungi. Tidur dengan pakaian tersebut sama saja dengan memindahkan semua 'oleh-oleh' tak kasat mata itu ke tempat tidur kita. Lantas, apa saja risiko kesehatan yang mengintai?
Menurut para ahli, tidur dengan pakaian pergi, terutama yang ketat dan tidak menyerap keringat, dapat meningkatkan risiko infeksi kulit, menghambat pernapasan kulit, memicu alergi, hingga mengganggu kualitas tidur. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
Bahaya Infeksi Kulit Akibat Bakteri dari Pakaian Pergi
Pakaian yang kita pakai seharian telah terpapar berbagai bakteri dan kotoran. Tidur dengan pakaian tersebut dapat memindahkan bakteri ini ke kulit, meningkatkan risiko infeksi kulit seperti ruam, jerawat, dan infeksi jamur. Risiko ini semakin tinggi jika pakaian tersebut lembap karena keringat. Bakteri dan kuman yang menempel pada pakaian bisa berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap, menciptakan kondisi ideal untuk infeksi.
Menurut seorang ahli mikrobiologi, Philip Tierno, M.D., tubuh manusia sebenarnya terpapar kuman setiap hari. Kuman-kuman ini bisa berasal dari transportasi umum, kantor, restoran, dan tempat-tempat umum lainnya. Namun, Tierno menambahkan bahwa orang dengan sistem imun yang sehat umumnya mampu melawan kuman-kuman ini tanpa jatuh sakit.
Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa sepenuhnya mengabaikan kebersihan pakaian. Dalam beberapa kasus, paparan berlebihan terhadap bakteri dan kuman, terutama jika sistem imun sedang lemah, tetap bisa menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pakaian dan tempat tidur tetap penting.
Pakaian Ketat Hambat Pernapasan Kulit dan Picu Iritasi
Kulit kita bernapas melalui pori-pori. Pakaian yang ketat dapat menghalangi pori-pori ini, mencegah kulit bernapas dengan baik. Akibatnya, kulit bisa mengalami iritasi, gatal-gatal, dan bahkan memperburuk kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis. Bahan pakaian yang tidak menyerap keringat juga dapat memerangkap kelembapan di kulit, menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
Alergi juga bisa menjadi masalah lain. Beberapa bahan pakaian dapat memicu reaksi alergi pada kulit yang sensitif. Tidur dengan pakaian yang terbuat dari bahan yang menyebabkan alergi dapat memperburuk gejala alergi seperti gatal, ruam, dan pembengkakan. Reaksi alergi ini bisa sangat mengganggu kenyamanan tidur dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Karen Kaufman, M.D., seorang ahli alergi dan imunologi, menyarankan untuk mencuci seprai secara teratur guna mencegah penumpukan alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu. "Serbuk sari dan spora jamur dari luar ruangan dapat menempel pada pakaian dan rambut kita saat kita berada di luar. Memakai pakaian ini ke tempat tidur dapat membawa pemicu alergi ini ke tempat tidur Anda," jelas Kaufman.
Kualitas Tidur Terganggu Akibat Suhu Tubuh Meningkat
Tidur dengan pakaian yang tebal atau tidak menyerap keringat dapat meningkatkan suhu tubuh. Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat mengganggu kualitas tidur, menyebabkan keringat berlebih, dan membuat Anda merasa tidak nyaman sepanjang malam. Kondisi ini juga dapat memperburuk masalah medis tertentu seperti insomnia dan hiperhidrosis (keringat berlebih).
Selain itu, ketidaknyamanan yang disebabkan oleh pakaian yang ketat atau tidak nyaman dapat mengganggu siklus tidur REM (Rapid Eye Movement) dan menyebabkan Anda bangun lebih sering di malam hari. Padahal, siklus tidur REM sangat penting untuk memproses informasi dan memori, serta menjaga kesehatan mental dan emosional.
Thomas A. Russo, M.D., seorang ahli penyakit menular, menjelaskan bahwa serat pada pakaian sebenarnya dapat membantu mencegah partikel penyakit menyebar dengan menjebaknya. Namun, Russo juga mengingatkan bahwa pakaian tetap bisa menjadi perantara penularan penyakit jika kita tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Tips Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Saat Tidur
Untuk menjaga kesehatan dan kualitas tidur yang optimal, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
- Ganti pakaian sebelum tidur: Gunakan pakaian tidur yang longgar dan terbuat dari bahan alami yang menyerap keringat seperti katun.
- Mandi sebelum tidur: Mandi dapat membersihkan tubuh dari kotoran dan kuman yang menempel.
- Cuci seprai secara teratur: Seprai yang bersih dapat mencegah penumpukan alergen dan bakteri.
- Jaga kebersihan kamar tidur: Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang baik dan bebas dari debu.
Menurut sebuah artikel di TheList.com, meskipun tidak ada bahaya kesehatan serius yang terkait dengan memakai "pakaian luar" di tempat tidur sesekali, sebaiknya hindari kebiasaan ini. Mengganti pakaian setelah beraktivitas tidak membutuhkan banyak waktu atau usaha, dan Anda pasti akan merasa lebih nyaman mengenakan pakaian tidur yang nyaman saat beristirahat.
Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan tidur, Anda dapat meminimalkan risiko masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas tidur Anda. Jika Anda mengalami iritasi kulit atau masalah kesehatan lainnya setelah tidur dengan pakaian pergi, segera konsultasikan dengan dokter.