Sering Insomnia? Ini Jenis Olahraga Paten Bikin Tidur jadi Nyenyak Menurut Penelitian

Tiongkok, menganalisis 30 uji coba terkontrol acak dari lebih dari selusin negara, melibatkan lebih dari 2.500 peserta dengan gangguan tidur.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Sering Insomnia? Ini Jenis Olahraga Paten Bikin Tidur jadi Nyenyak Menurut Penelitian
Sering Insomnia? Ini Jenis Olahraga Paten Bikin Tidur jadi Nyenyak Menurut Penelitian (Merdeka.com)

Sebuah meta-analisis terbaru mengungkapkan bahwa yoga intensitas tinggi berpotensi menjadi bentuk olahraga paling efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.

Temuan ini dipublikasikan dalam Sleep and Biological Rhythms dan dikutip dari ScienceAlert, Selasa (25/11).

Penelitian yang dilakukan tim Universitas Olahraga Harbin, Tiongkok, menganalisis 30 uji coba terkontrol acak dari lebih dari selusin negara, melibatkan lebih dari 2.500 peserta dengan gangguan tidur di berbagai kelompok usia.

Hasilnya menunjukkan bahwa latihan yoga intensitas tinggi selama kurang dari 30 menit, dua kali sepekan, memiliki hubungan paling kuat dengan peningkatan kualitas tidur. Dampak positif mulai terlihat dalam 8 hingga 10 pekan.

Dibandingkan jenis olahraga lain coba lakukan mulai dari berjalan kaki, latihan ketahanan, aerobik, hingga latihan tradisional seperti tai chi dan qi gong.

Olahraga yoga menempati posisi teratas. Berjalan kaki berada di urutan kedua, diikuti latihan ketahanan.

Temuan ini sedikit berbeda dengan meta-analisis tahun 2023 yang menyebut latihan aerobik intensitas sedang tiga kali seminggu sebagai metode paling efektif.

Namun, sejumlah studi dalam analisis tersebut juga menunjukkan yoga memberikan efek signifikan terhadap kualitas tidur.

Para peneliti menilai efektivitas yoga bisa dipengaruhi oleh sifatnya yang unik tidak sepenuhnya aerobik atau anaerobik, dengan intensitas yang sangat bergantung pada teknik praktik.

Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur @ 2025 merdeka.com

Yoga juga menggabungkan gerakan fisik, kontrol pernapasan, dan relaksasi elemen yang diduga berperan dalam mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, mengatur ritme gelombang otak, serta menciptakan kondisi tubuh lebih siap untuk tidur.

Meski menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa hasil studi terkait gangguan tidur perlu ditafsirkan dengan hati-hati, karena jumlah penelitian yang terbatas dan karakteristik peserta yang berbeda-beda.

Reporter Magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi