Apa Itu Probiotik dan Prebiotik? Simak Penjelasannya di Sini!
Probiotik dan prebiotik bantu jaga kesehatan usus, tapi punya peran berbeda. Kenali perbedaannya agar tak salah pilih asupan.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan saluran pencernaan, dua istilah ini semakin sering terdengar: probiotik dan prebiotik. Keduanya kini mudah ditemui di berbagai produk makanan dan suplemen yang mengklaim dapat meningkatkan kesehatan usus dan sistem imun tubuh. Namun, tak sedikit orang yang masih bingung membedakan keduanya. Apa sebenarnya perbedaan antara probiotik dan prebiotik, dan mana yang lebih penting?
Kebingungan ini wajar, mengingat keduanya memang saling berkaitan dan kerap disebut dalam satu napas. Namun, memahami peran dan fungsi masing-masing adalah langkah awal untuk menentukan pilihan yang tepat dalam menjaga kesehatan pencernaan. Artikel ini akan mengupas secara tuntas apa itu probiotik dan prebiotik, manfaatnya bagi tubuh, serta hal-hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsinya.
Dengan mengacu pada informasi dari artikel Mental Floss berjudul "Prebiotic vs. Probiotic: What’s the Difference?" oleh Jake Rossen, berikut penjelasan mendalam yang dapat menjadi panduan Anda dalam memilih asupan yang tepat untuk kesehatan usus.
Mengenal Perbedaan Probiotik dan Prebiotik
Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di dalam tubuh manusia, khususnya di saluran pencernaan. Bakteri ini membantu proses pencernaan, penyerapan nutrisi, hingga mendukung sistem imun. Menurut Rossen, "
Probiotik menambahkan bakteri baik ke tubuh, untuk mendukung atau mengganti mikroba yang terganggu akibat diet buruk, penyakit, atau antibiotik."Probiotik bisa ditemukan dalam makanan fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, tempe, miso, dan sauerkraut. Di samping itu, tersedia pula dalam bentuk suplemen yang mengandung bakteri hidup dalam satuan CFU (colony-forming units). Probiotik sangat berguna terutama setelah penggunaan antibiotik yang dapat menggangg
u keseimbangan mikrobioma usus.Sementara itu, prebiotik adalah jenis serat dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh yang menjadi makanan bagi bakteri baik tersebut. Rossen menjelaskan bahwa, "Prebiotik adalah serat dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh yang memberi 'makanan' bagi bakteri baik tersebut. Bisa diperoleh dari diet nabati atau suplemen." Dengan kata lain, jika probiotik adalah pasukan bakteri baik, maka prebiotik adalah bahan bakar mereka.
Singkatnya, probiotik adalah bakteri baik, sedangkan prebiotik memberi makan bakteri baik. Keduanya bekerja sama untuk menjaga keseimbangan mikrobioma dalam sistem pencernaan.
Efektivitas dan Risiko Konsumsi Probiotik dan Prebiotik
Meski banyak klaim beredar mengenai manfaat suplemen probiotik dan prebiotik, penting untuk diketahui bahwa bukti ilmiah masih bervariasi. Beberapa studi menunjukkan bahwa probiotik bermanfaat bagi penderita penyakit usus seperti sindrom iritasi usus (IBS), namun studi lain menunjukkan hasil netral atau bahkan negatif.
Salah satu tantangan utama adalah fakta bahwa setiap orang memiliki mikrobioma yang unik. Hal ini membuat efek dari probiotik bisa berbeda pada setiap individu. Selain itu, tidak semua suplemen berhasil mengirim bakteri hidup sampai ke usus. Terlebih lagi, suplemen ini tidak diatur ketat oleh badan seperti FDA, sehingga klaim manfaatnya belum tentu terbukti secara ilmiah.
Prebiotik, di sisi lain, umumnya adalah serat murni. Jika Anda sudah mengonsumsi cukup serat harian (sekitar 14 gram per 1000 kalori), maka asupan prebiotik tambahan mungkin tidak terlalu diperlukan. Namun, dalam beberapa kasus, kombinasi probiotik dan prebiotik yang dikenal sebagai sinbiotik bisa menjadi pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan usus secara optimal.
Konsumsi Probiotik Saat Minum Antibiotik, Perlu atau Tidak?
Banyak orang memilih mengonsumsi probiotik ketika mereka harus menjalani pengobatan dengan antibiotik. Alasannya, antibiotik dapat membunuh bakteri baik di dalam usus, sehingga probiotik dianggap mampu membantu pemulihan bioma usus yang sehat.
Namun, menurut studi pada tahun 2018 yang dikutip oleh Rossen, "bioma usus dapat pulih sendiri tanpa probiotik, bahkan hasilnya lebih baik pada mereka yang tidak mengonsumsi probiotik." Artinya, meski probiotik tidak berbahaya, mereka juga belum tentu mempercepat pemulihan usus setelah konsumsi antibiotik. Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, terutama dalam kondisi medis tertentu.
Penyimpanan dan Efek Samping
Banyak orang bertanya, apakah probiotik harus disimpan di kulkas? Jawabannya tergantung pada jenis produk dan teknik perlindungan yang digunakan. Beberapa suplemen menggunakan teknologi enkapsulasi atau berbentuk spora yang tahan terhadap suhu dan asam lambung, sehingga tidak perlu disimpan di kulkas. Namun, beberapa produk memang perlu penyimpanan dingin agar bakteri tetap hidup dan efektif.
Dari segi keamanan, probiotik dan prebiotik umumnya aman dikonsumsi oleh orang sehat. Namun, dalam beberapa kasus bisa menimbulkan efek samping ringan seperti kembung atau gangguan pencernaan. Risiko lebih tinggi dapat terjadi pada bayi prematur, penderita sistem imun lemah, atau mereka yang memiliki gangguan usus berat. Oleh karena itu, konsultasi medis tetap disarankan sebelum memulai konsumsi rutin.
Mana yang Lebih Penting?
Dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan, baik probiotik maupun prebiotik memiliki peran yang saling melengkapi. Probiotik membantu memperbaiki dan menambah jumlah bakteri baik dalam usus, sementara prebiotik memastikan bahwa bakteri tersebut mendapatkan "makanan" yang cukup untuk tumbuh dan berkembang.
Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada suplemen yang bisa menggantikan pola makan sehat. Rossen menekankan, "Tidak ada suplemen yang bisa ‘menyembuhkan’ pola makan buruk." Oleh karena itu, langkah terbaik adalah mengutamakan konsumsi makanan utuh yang kaya akan serat dan probiotik alami, lalu mempertimbangkan suplemen hanya bila diperlukan.
Dengan memahami perbedaan, manfaat, dan cara kerja probiotik dan prebiotik, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dan tepat dalam menjaga kesehatan pencernaan serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.