Panduan Pola Makan yang Tepat Saat Mengonsumsi Antibiotik, Biar Efektivitasnya Tetap Terjaga

Penting untuk memperhatikan makanan apa saja yang dikonsumsi selama meminum antibiotik, biar hasil pengobatannya efektif!

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
Panduan Pola Makan yang Tepat Saat Mengonsumsi Antibiotik, Biar Efektivitasnya Tetap Terjaga
Ilustrasi perempuan minum antiobiotik. (leungchopan/Depositphotos.com)

Saat sedang sakit dan diresepkan antiobiotik, kebanyakan orang hanya fokus pada dosis dan jadwal minumnya saja. Namun, tahu nggak sih kalau makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari ternyata juga mempengaruhi efektivitas obat tersebut bekerja?

Menurut Dr. Tien Dong, seorang ahli gastroenterologi di UCLA Health seperti yang dilanir dari situs The New York Times, antibiotik bisa mempengaruhi mikrobioma yang ada di usus. Artinya, bisa mempengaruhi kesehatan usus seseorang. Selain itu, beberapa makanan juga disebut dapat meningkatkan dan menurunkan efektivitasnya. Apa saja sih makanan yang seharusnya dikonsumsi dan dihindari selama mengonsumsi jenis obat yang satu ini? Cek fakta selengkapnya di sini, yuk!

Selama mengonsumsi antibiotik, penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, kefir, tempe, atau kimchi. Probiotik berperan sebagai bakteri baik yang membantu mengembalikan keseimbangan mikrobioma usus yang terganggu akibat antibiotik.

Selain probiotik, kamu juga bisa mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Serat membantu menjaga fungsi pencernaan tetap optimal, serta memberi ‘makanan’ untuk bakteri baik agar tetap hidup dan berkembang. Kombinasi ini membantu tubuh pulih lebih cepat dan mendukung sistem imun selama proses penyembuhan.

Salah satu pantangan utama saat mengonsumsi antibiotik adalah produk olahan susu tinggi lemak, seperti susu full cream, keju, atau es krim. Kandungan kalsium yang tinggi bisa mengikat antibiotik tertentu seperti tetrasiklin atau ciprofloxacin sehingga menyulitkan penyerapan obat di dalam tubuh. Akibatnya, antibiotik jadi kurang efektif.

Selain itu, makanan yang sangat tinggi gula dan lemak jenuh juga sebaiknya dihindari. Junk food, gorengan, atau makanan siap saji bisa memperburuk peradangan dan menurunkan daya tahan tubuh. Bukannya membantu pemulihan, makanan ini justru bisa memperpanjang proses penyembuhan karena memberi beban tambahan bagi tubuh.

Meski terlihat sepele, konsumsi kafein berlebihan saat sedang menjalani pengobatan antibiotik bisa menimbulkan efek samping yang mengganggu. Beberapa jenis antibiotik, seperti ciprofloxacin dan enoxacin, dapat memperlambat pemecahan kafein di dalam tubuh. Akibatnya, kadar kafein jadi menumpuk dan bisa menyebabkan efek seperti jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, atau bahkan sakit kepala.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya batasi konsumsi kopi, teh, cokelat, atau minuman berenergi selama masa pengobatan. Jika kamu terbiasa minum kopi di pagi hari, cukup 1 cangkir kecil saja dan hindari tambahan kafein di siang atau malam hari. Mengurangi asupan kafein bisa membantu tubuh tetap stabil dan mendukung proses penyembuhan yang lebih efektif.

Bukan hanya jenis makanan, waktu makan juga bisa memengaruhi kerja antibiotik. Beberapa antibiotik sebaiknya diminum saat perut kosong agar bisa terserap sempurna, sementara yang lain justru harus dikonsumsi bersama makanan untuk menghindari iritasi lambung. Karena itu, penting untuk selalu membaca aturan pakai atau mengikuti petunjuk dokter dan apoteker.

Jika tidak yakin kapan sebaiknya minum obat dalam kaitannya dengan makan, beri jeda sekitar 1-2 jam antara makan dan minum antibiotik. Hal ini membantu tubuh menyerap obat secara maksimal tanpa terganggu oleh proses pencernaan makanan. Praktik sederhana ini bisa membuat pengobatan jadi lebih efektif dan risiko efek samping bisa diminimalkan.

Antibiotik seringkali membuat tubuh merasa lemas atau kehilangan nafsu makan. Jika ini terjadi, kamu bisa mengandalkan makanan ringan yang tetap bernutrisi seperti sup ayam hangat, bubur, atau smoothie buah. Makanan seperti ini mudah dicerna dan tetap memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi.

Selain itu, perbanyak minum air putih. Hidrasi yang cukup membantu mengeluarkan racun dan sisa metabolisme obat dari dalam tubuh. Hindari minuman manis berlebihan karena bisa menurunkan fungsi sistem imun. Air putih tetap jadi pilihan terbaik selama proses penyembuhan dengan bantuan antibiotik.

Mengonsumsi antibiotik memang penting untuk melawan infeksi, tapi agar kerjanya lebih efektif, kamu juga perlu memperhatikan apa yang kamu makan dan minum. Jadi, jangan anggap remeh peran pola makan selama pengobatan. Dengan sedikit perhatian ekstra terhadap asupan harian, proses penyembuhan bisa berjalan lebih cepat dan optimal.

Rekomendasi