Tahukah Anda? 1.475 PPPK Baru Dilantik, Pemkab Badung Minta ASN BerAKHLAK Jadi Garda Terdepan Pelayanan
Bupati Badung melantik 1.475 PPPK dan 2 PNS, menekankan pentingnya penerapan nilai ASN BerAKHLAK untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan publik di Badung.
Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, baru-baru ini melantik ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) serta dua pegawai negeri sipil (PNS). Dalam kesempatan penting tersebut, Bupati Badung Adi Arnawa secara tegas meminta seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik untuk mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK.
Pelantikan yang berlangsung di Mangupura, Kabupaten Badung, pada hari Senin tersebut melibatkan 1.475 orang PPPK hasil seleksi pengadaan Tahap II Formasi Tahun 2024. Selain itu, dua PNS lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) turut menerima surat keputusan penempatan di lingkungan Pemkab Badung.
Penekanan pada nilai BerAKHLAK ini bertujuan untuk mendorong peningkatan profesionalitas dan kualitas pelayanan publik di wilayah Badung. Bupati berharap ASN dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat lokal maupun internasional.
Pentingnya Penerapan Nilai ASN BerAKHLAK
Bupati Badung Adi Arnawa secara langsung memimpin pengucapan sumpah jabatan dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada para pegawai baru. Ia secara eksplisit menyampaikan harapan agar PPPK dan PNS yang baru dilantik dapat menginternalisasi Core Values ASN BerAKHLAK.
Nilai-nilai ini meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, yang menjadi landasan etika kerja ASN. Penerapan nilai BerAKHLAK ini diharapkan mampu membentuk karakter ASN yang responsif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Dengan demikian, kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat dapat terus meningkat secara signifikan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien. Adi Arnawa juga menekankan bahwa peningkatan profesionalitas ASN adalah kunci utama dalam mewujudkan pelayanan prima.
“Kami berharap pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan PNS yang baru dilantik agar menerapkan nilai-nilai Core Values ASN BerAKHLAK,” ujarnya. Kompetensi yang terus diasah akan menjadikan ASN garda terdepan dalam melayani kebutuhan publik di Badung.
Peningkatan Integritas dan Adaptasi Teknologi
Selain nilai BerAKHLAK, Bupati Badung juga menyoroti pentingnya peningkatan integritas dan disiplin di kalangan ASN. Kedua aspek ini merupakan fondasi dasar yang krusial dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Tanpa integritas dan disiplin yang kuat, kualitas layanan akan sulit tercapai secara maksimal. Dalam menghadapi era digital, Pemkab Badung juga memiliki visi jangka panjang terkait tata kelola pemerintahan.
Mulai tahun 2026, seluruh tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Badung akan sepenuhnya berbasis teknologi informasi. Hal ini menuntut kesiapan adaptasi teknologi yang tinggi dari seluruh ASN, termasuk mereka yang baru dilantik.
Kesiapan ini menjadi sangat vital untuk memastikan transisi menuju sistem berbasis digital dapat berjalan lancar dan efektif. Bupati Adi Arnawa berharap inisiatif ini dapat berjalan maksimal sehingga pelayanan publik di Badung semakin optimal.
“Kami minta pelayanan publik yang diberikan juga pelayanan yang sesuai dengan ekspektasi daripada masyarakat lokal dan masyarakat internasional yang ada di Badung,” tambahnya. Transformasi digital ini bukan hanya sekadar perubahan sistem, melainkan juga upaya untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi birokrasi. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan kemudahan akses serta kecepatan dalam setiap urusan administrasi. Pemkab Badung berkomitmen untuk terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik dan modern.
Sumber: AntaraNews