Ramai-Ramai Politikus PDIP Hadiri Sidang Hasto, Ada Panda Nababan hingga Ganjar
Usai menyalami tim jaksa KPK, Panda juga bersalaman dengan tim hukum Hasto Kristiyanto yang duduk berseberangan.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan perkara Harun Masiku, hari ini, Jumat (16/5).
Ada pemandangan tak biasa sebelum sidang dilanjutkan. Elite PDIP kompak hadir. Mereka adalah politikus senior PDIP Panda Nababa, mantan calon presiden 2024 Ganjar Pranowo, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, dan Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDIP, Muhammad Nurdin.
Kemudian, Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi PDIP, Darmadi Durianto, Ketua DPC PDIP Kota Solo, Fransiskus Xaverius (FX) Hadi Rudyatmo, Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sonny Keraf dan Eks Politikus Demokrat yang kini menjadi kader PDIP, Ferdinand Hutahaean.
Saat tiba di ruang sidang, Panda Nababan secara spontan menyalami anggota tim jaksa penuntut KPK satu per satu.
Pantauan di lokasi, saat Panda masuk ruang sudang utama Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, belum ada majelis hakim hadir.
Usai menyalami tim jaksa KPK, Panda juga bersalaman dengan tim hukum Hasto Kristiyanto yang duduk berseberangan.
Hasto sendiri tiba sekira pukul 09.22 WIB dengan mengenakan stelan jas berkemja putih. Kedatangan Hasto dikawal ketat anggota kepolisian yang hingga masuk ke ruang sidang.
Sebagai informasi, sidang hari ini beragendakan pemeriksaan saksi untuk kasus dugaan suap yang dilakukan buronan Harun Masiku. Hasto diduga terlibat dan dituduh melakukan perintangan penyidikan dan membantu memberikan sejumlah uang untuk suap yang dilakukan oleh Harun.
Eks Ketua KPU RI Jadi Saksi di Sidang Hasto
Dijadwalkan, saksi hari ini yang akan hadir salah satunya adalah Eks Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dan seorang penyidik dari KPK bernama Arif Budi Raharjo.
Sementara itu, kondisi di luar sidang ramai dengan kelompok pendukung Hasto Kristiyanto. Mereka mendatangkan mobil komando dan memasang lagu hymne PDIP.
Selaint itu, mereka juga membentangkan spanduk dukungan yang menyatakan Hasto adalah tahanan politik.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitaran gedung pengadilan tersendat karena massa yang hadir memakan badan jalan.