Penguasaan Bahasa Asing: Kunci Daya Saing Global Menurut Qodari, Dukung Instruksi Prabowo
Muhammad Qodari, Kepala Bakom, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan global, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pembelajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang pendidikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing dalam menghadapi dinamika persaingan global yang semakin ketat. Pernyataan ini disampaikan Qodari setelah menghadiri jumpa pers di Jakarta pada Minggu (31/5), menekankan bahwa kemampuan berbahasa merupakan salah satu syarat utama untuk kemajuan di kancah internasional.
Pandangan Qodari sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang baru-baru ini menyerukan perluasan pembelajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang pendidikan. Instruksi tersebut diberikan Presiden Prabowo saat kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis, pada Kamis (28/5), sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis.
Penguasaan bahasa asing, menurut Qodari, tidak hanya terbatas pada Bahasa Inggris, melainkan juga mencakup bahasa-bahasa lain yang memiliki peran penting secara global. Hal ini menjadi modal krusial untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional.
Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing di Era Global
Muhammad Qodari menegaskan bahwa dunia yang semakin global menuntut individu untuk memiliki kemampuan berbahasa yang mumpuni. Keterampilan ini menjadi prasyarat fundamental bagi kemajuan dan adaptasi di berbagai sektor.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing adalah salah satu modal penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional. Ini bukan hanya tentang komunikasi, tetapi juga tentang akses terhadap informasi, ilmu pengetahuan, dan peluang kerja yang lebih luas.
Qodari juga menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa asing tidak harus terpaku pada satu bahasa saja, seperti Bahasa Inggris. Saat ini, banyak sekolah telah menawarkan opsi bahasa asing lain seperti Mandarin dan Jepang, yang menunjukkan adanya diversifikasi kebutuhan dan minat.
Instruksi Presiden Prabowo dan Peran Strategis Bahasa Prancis
Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraannya di Paris, Prancis, pada Kamis (28/5), secara spesifik menginstruksikan agar pembelajaran bahasa Prancis diperluas. Instruksi ini berlaku di seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian integral dari penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis. Presiden Prabowo memandang bahwa penguasaan bahasa asing, termasuk Prancis, sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Bahasa Prancis dinilai Qodari sebagai salah satu bahasa internasional yang memiliki peran penting dalam hubungan global, pendidikan, serta kerja sama ekonomi. Penguasaan bahasa ini akan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Prancis di berbagai sektor.
Implementasi Pembelajaran Bahasa Asing: Kewenangan Kemendikdasmen
Meskipun Presiden Prabowo telah memberikan instruksi, pengaturan teknis mengenai implementasi pembelajaran bahasa Prancis di sekolah akan menjadi kewenangan kementerian terkait. Muhammad Qodari menegaskan bahwa hal ini akan diatur oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kemendikdasmen memiliki peran kunci dalam merumuskan kurikulum, menyiapkan tenaga pengajar, dan memastikan infrastruktur pendukung untuk pembelajaran bahasa Prancis. Ini termasuk menentukan jenjang pendidikan mana saja yang akan menjadi prioritas awal.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan bekal yang kuat bagi generasi muda Indonesia. Dengan penguasaan bahasa asing yang beragam, mereka akan lebih siap bersaing dan berkontribusi dalam kancah global.
Sumber: AntaraNews