Menhan Tekankan Pentingnya Prajurit TNI Kuasai Bahasa Asing untuk Misi Global
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyerukan agar Prajurit TNI Kuasai Bahasa Asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bekal utama menghadapi penugasan internasional dan memperluas wawasan militer.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha (MCY) di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dalam kesempatan tersebut, Menhan memberikan arahan strategis kepada para prajurit yang bertugas di wilayah tersebut.
Pada Selasa, 14 Januari, Sjafrie Sjamsoeddin secara khusus menekankan pentingnya bagi setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia untuk memiliki minat dan kemauan tinggi dalam mempelajari bahasa Inggris. Pesan ini disampaikan sebagai persiapan fundamental untuk berbagai penugasan yang mungkin diemban di kancah internasional.
Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, penguasaan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya merupakan aset berharga. Kemampuan ini tidak hanya akan memfasilitasi komunikasi, tetapi juga memungkinkan prajurit menjalin hubungan baik dengan militer negara lain, memperluas wawasan, serta menampilkan sosok TNI yang profesional dan sejati di mata dunia.
Urgensi Penguasaan Bahasa Asing bagi Prajurit TNI
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggarisbawahi bahwa program pembinaan bahasa Inggris telah tersedia bagi Prajurit TNI, dan ia mendorong pemanfaatan optimal dari fasilitas tersebut. "Kamu bisa berlatih di dalam negeri dan kamu bisa berlatih di luar negeri. Oleh karena itu, sekarang sudah ada program untuk pembinaan bahasa Inggris. Saya minta kalian tercipta suatu kemauan untuk belajar bahasa Inggris," kata Sjafrie Sjamsoeddin di hadapan prajurit Yonif TP 827/MCY.
Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sangat vital agar Prajurit TNI dapat berpartisipasi aktif dalam hubungan militer internasional. Hal ini juga penting untuk menunjukkan kapabilitas dan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia di mata dunia, sejalan dengan tuntutan global.
Menhan menegaskan bahwa prajurit tidak boleh hanya "jago kandang" atau berkutat di lingkungan domestik saja, melainkan harus mampu tampil di kancah global. Kemampuan berkomunikasi lintas bahasa akan mempermudah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan angkatan bersenjata negara lain, memperkuat posisi Indonesia di forum militer internasional.
Memperkuat Jiwa Bhinneka Tunggal Ika dalam Korps Prajurit
Selain penekanan pada kemampuan bahasa, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga mengingatkan pentingnya semangat Merah Putih yang harus selalu terpatri kuat di hati sanubari setiap prajurit. Ia berpesan agar nilai-nilai kebangsaan dan persatuan tetap menjadi landasan utama dalam setiap tugas.
"Kalian semua berasal dari beragam suku, beragam agama, beragam etnis, akan tetapi pada saat kalian duduk di sini dan berlatih, kamu mengabdi sebagai prajurit," kata Sjafrie Sjamsoeddin. Pesan ini menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan di dalam korps prajurit, semua perbedaan melebur menjadi satu identitas sebagai Tentara Nasional Indonesia.
Tidak ada lagi perbedaan di antara prajurit saat mereka mengemban tugas negara. Yang ada hanyalah prajurit Tentara Nasional Indonesia yang memegang teguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika, bersatu padu demi bangsa dan negara. Semangat ini menjadi fondasi kokoh dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Menhan menambahkan, "Kita boleh beragam, tapi kita punya satu, yaitu Tentara Nasional Indonesia. Tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional." Pernyataan ini memperkuat identitas TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan, yang berakar pada rakyat dan berjuang untuk kepentingan nasional dengan profesionalisme tinggi.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan. Para pejabat yang turut hadir meliputi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, dan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Turut mendampingi juga Komandan Brigif Teritorial Pembangunan 85/Benuo Taka Cakti Kolonel Infanteri Alzaki, serta Komandan Yonif TP 827/MCY Letkol Inf Syarifuddin Sinaga, bersama sejumlah pejabat TNI lainnya.
Sumber: AntaraNews