Klarifikasi Partai Demokrat soal Pemberitaan Frasa '2 Orang Kolonel Usulan AHY'
Partai Demokrat menyatakan AHY tidak mengenal Sony Sonjaya. Selain itu, AHY disebut tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan yang bersangkutan.
Partai Demokrat menyampaikan klarifikasi terkait berita di salahsatu media yang memuat daftar nama yang dikaitkan dengan kasus BGN (Badan Gizi Nasional) serta mencantumkan frasa '2 Orang Kolonel usulan AHY'.
Dalam keterangan resminya, Partai Demokrat menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak memiliki hubungan maupun keterkaitan dengan sosok bernama Sony Sonjaya sebagaimana disebut dalam unggahan tersebut.
Partai Demokrat menyatakan AHY tidak mengenal Sony Sonjaya. Selain itu, AHY disebut tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan yang bersangkutan dalam bentuk apa pun.
"AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Saudara Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat. Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya.
Menurut Partai Demokrat, unggahan yang dimaksud juga tidak menjelaskan secara rinci siapa yang dimaksud dengan frasa 'AHY' maupun identitas '2 Orang Kolonel' yang disebutkan dalam daftar tersebut.
Meski demikian, apabila frasa tersebut merujuk kepada Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat, partai menilai pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak Ada Keterlibatan Maupun Hubungan
Partai Demokrat menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan maupun hubungan antara AHY dengan pihak yang disebut dalam unggahan tersebut. Oleh karena itu, jika frasa '2 Orang Kolonel usulan AHY' dimaksudkan untuk merujuk kepada AHY, maka klaim tersebut dinilai tidak benar.
"Pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun. Karena itu, apabila yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," tulis Partai Demokrat.
Lebih lanjut, Partai Demokrat menyatakan tetap menghormati kebebasan pers serta mendukung praktik jurnalistik yang profesional dan independen. Namun demikian, partai berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi.
Partai Demokrat menekankan pentingnya prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam pemberitaan guna menghindari kesalahpahaman di ruang publik serta menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.