Kemenhan Berduka: Bendera Setengah Tiang Hormati Juwono Sudarsono Wafat
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memasang bendera setengah tiang sebagai tanda duka cita mendalam atas berpulangnya Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan RI, yang wafat pada Sabtu lalu. Prosesi penghormatan terakhir digelar di Kemenhan.
Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta menunjukkan suasana duka cita yang mendalam pada Minggu (29/3). Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai simbol penghormatan atas berpulangnya Juwono Sudarsono, tokoh penting dalam sejarah pertahanan Indonesia. Pemandangan ini terlihat jelas di lobi gedung utama dan area luar Kemenhan, mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam.
Juwono Sudarsono diketahui meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di dua era kepemimpinan presiden berbeda, yakni Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono. Kepergiannya meninggalkan duka bagi bangsa.
Prosesi persemayaman jenazah Juwono Sudarsono di Gedung Kemenhan Jakarta berlangsung pada Minggu (29/3) pagi. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting negara dan kerabat dekat, memberikan penghormatan terakhir sebelum pemakaman. Suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian acara.
Penghormatan Terakhir di Kemenhan
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta menunjukkan suasana duka cita yang mendalam pada Minggu (29/3). Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai simbol penghormatan atas berpulangnya Juwono Sudarsono. Pemandangan ini terlihat jelas di lobi gedung utama dan area luar Kemenhan, mencerminkan rasa kehilangan yang dirasakan seluruh jajaran.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan bahwa pengibaran bendera setengah tiang ini adalah bagian dari prosesi duka. "Hari ini prosesi pemakaman Menteri Pertahanan periode 1999-2000, dan 2004-2009, bapak Juwono Sudarsono," ujar Rico. Pernyataan ini menegaskan status Juwono sebagai tokoh yang sangat dihormati di lingkungan pertahanan.
Prosesi persemayaman jenazah Juwono di Gedung Kemenhan digelar dari pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB. Selama waktu tersebut, sejumlah tokoh penting hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran mereka menunjukkan betapa besar pengaruh dan kontribusi almarhum selama hidupnya.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Upacara Pelepasan
Momen duka di Kemenhan turut dihadiri oleh berbagai figur penting negara. Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla terlihat hadir. Kehadiran para pemimpin ini menjadi bukti pengakuan atas jasa-jasa Juwono Sudarsono.
Selain para mantan pemimpin, menteri-menteri yang saat ini menjabat maupun mantan menteri juga turut serta dalam upacara persemayaman. Sejumlah kerabat dan keluarga dekat turut mengiringi prosesi ini. Suasana haru menyelimuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung khidmat.
Upacara pelepasan jenazah dipimpin secara langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan. Setelah upacara selesai sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah Juwono Sudarsono dan rombongan langsung bergerak menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Bendera setengah tiang tetap terpasang, mengiringi kepergian sang tokoh.
Pemakaman di TMP Kalibata dan Jejak Karir Gemilang
Pemakaman Juwono Sudarsono dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Upacara pemakaman ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Lokasi pemakaman di TMP Kalibata menegaskan status almarhum sebagai pahlawan bangsa yang berjasa.
Juwono Sudarsono dikenal luas sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Beliau meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan dan pemerintahan Indonesia.
Karir Juwono Sudarsono mencakup peran vital sebagai Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Dedikasinya selama menjabat telah memberikan kontribusi signifikan bagi stabilitas dan kemajuan pertahanan negara. Beliau adalah sosok yang sangat dihormati.
Sumber: AntaraNews