Kapolri Ungkap Strategi Presiden Prabowo Perkuat Kemandirian Bangsa di Tengah Dinamika Global
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan upaya Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui hilirisasi dan swasembada pangan di tengah gejolak global yang kian dinamis.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkokoh kemandirian Indonesia. Upaya ini dilakukan di tengah ketidakpastian dan dinamika konflik global yang terus berlangsung.
Presiden Prabowo, melalui berbagai program strategis, bertekad memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pihak asing.
Kebijakan tersebut dirumuskan dalam misi Astacita, 17 program prioritas, delapan program hasil terbaik cepat, serta delapan sasaran prioritas nasional. Semua dirancang untuk mencapai kemandirian ekonomi dan energi.
Hilirisasi Industri dan Energi sebagai Pilar Utama Kemandirian Bangsa
Salah satu strategi utama pemerintah adalah hilirisasi energi dan industri. Langkah ini krusial untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri dan memperkuat kemandirian bangsa.
Kapolri menjelaskan bahwa hilirisasi mencakup berbagai sektor penting. Contohnya adalah industri bauksit, baterai listrik, otomotif, dan semikonduktor.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 18 program hilirisasi besar yang sedang berjalan. Proyek-proyek ini termasuk inisiatif waste to energy yang tersebar di 34 wilayah Indonesia.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Selain hilirisasi, pemerintah juga fokus pada penguatan sektor pangan, perikanan, dan industri makanan. Ini penting untuk mencapai swasembada pangan dan mendukung kemandirian bangsa.
Dalam sektor energi, upaya peningkatan lifting minyak terus didorong. Pembukaan sumur-sumur baru dan optimalisasi sumur tua menjadi prioritas.
Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor, khususnya pada komoditas pangan dan energi. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih mandiri dan berdaulat.
Menjaga Iklim Investasi dan Peran Diplomasi Global
Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sangat vital untuk pertumbuhan ekonomi.
Iklim investasi yang stabil akan mendorong pertumbuhan hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja. Ini akan membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Terkait dinamika global, Indonesia aktif menjalankan diplomasi bebas aktif. Komitmen pada prinsip non-blok dipertahankan untuk memitigasi dampak eskalasi konflik.
Indonesia juga berperan aktif dalam upaya perdamaian di berbagai konflik internasional. Termasuk mendorong solusi damai antara Palestina-Israel dan Iran-Israel/AS melalui Board of Peace dan pendekatan Two State Solution.
Sumber: AntaraNews