Kaesang Ziarah Gus Dur di Jombang, Ternyata Ini Alasan PSI Jadikan Gus Dur Teladan Anti-Intoleransi
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep melakukan ziarah ke makam Gus Dur di Jombang. Kunjungan Kaesang Ziarah Gus Dur ini bagian dari peringatan HUT RI ke-80 dan menegaskan komitmen PSI anti-intoleransi.
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, baru-baru ini melaksanakan ziarah serta menaburkan bunga di makam Presiden Keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Lokasi ziarah Kaesang Ziarah Gus Dur ini berada di lingkungan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Jumat lalu.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh PSI. Kaesang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan mendalam terhadap para pemimpin bangsa.
Kaesang Pangarep secara khusus menyebutkan bahwa sosok Gus Dur adalah teladan utama bagi PSI dalam melawan intoleransi. Beliau dikenal sebagai Bapak Pluralisme yang nilai-nilainya sangat relevan dengan semangat perjuangan partai.
Gus Dur, Teladan Anti-Intoleransi PSI
Dalam kesempatan ziarah Kaesang Ziarah Gus Dur tersebut, Kaesang Pangarep menyampaikan apresiasinya terhadap pemikiran dan perjuangan Gus Dur yang sangat relevan hingga saat ini. Menurutnya, PSI banyak belajar dari almarhum Kiai Haji Abdurrahman Wahid, terutama dalam hal menjaga persatuan dan menolak segala bentuk intoleransi di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
"Kami ini PSI selalu dilihat, Kami ini partai yang antiintoleransi dan kami ini belajar banyak sekali melalui Presiden Keempat RI Kiai Haji Abdurrahman Wahid," ujar Kaesang di Jombang. Pernyataan ini secara gamblang menegaskan komitmen PSI untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Gus Dur.
Sosok Gus Dur yang dikenal luas sebagai pembela kaum minoritas dan pemersatu bangsa menjadi inspirasi utama bagi PSI dalam merumuskan kebijakan dan agenda perjuangannya. Partai ini berupaya mengimplementasikan ajaran Gus Dur dalam setiap langkah politiknya, khususnya dalam menjaga kebhinekaan dan toleransi antarumat beragama serta suku di Indonesia.
Ziarah ini bukan sekadar ritual penghormatan semata, melainkan juga simbolisasi komitmen PSI untuk meneruskan perjuangan Gus Dur dalam menciptakan masyarakat yang adil, setara, dan toleran. Hal ini menjadi pesan kuat bagi publik mengenai arah perjuangan partai dalam kancah perpolitikan nasional, berlandaskan nilai-nilai pluralisme.
Rangkaian Ziarah Kaesang ke Makam Tokoh Bangsa
Sebelum melakukan Kaesang Ziarah Gus Dur di Jombang, Kaesang Pangarep juga telah melaksanakan serangkaian ziarah ke makam tokoh-tokoh penting lainnya di Indonesia sebagai bagian dari agenda nasional PSI. Pada Jumat pagi di hari yang sama, ia terlebih dahulu mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, menunjukkan penghormatan kepada pahlawan negara.
Di TMP Kalibata, Kaesang berziarah dan menaburkan bunga di makam Presiden Ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, yang dikenal sebagai Bapak Teknologi. Selain itu, ia juga mengunjungi makam mantan Ketua MPR Taufik Kiemas dan Ibu Kristiani Herrawati atau yang lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6.
Rangkaian ziarah ini juga mencakup makam Perdana Menteri Pertama RI Sutan Sjahrir, seorang tokoh pergerakan kemerdekaan yang visioner. Tak ketinggalan, Kaesang juga mengunjungi makam Wakil Presiden RI Ketiga sekaligus pendiri Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Adam Malik, serta sejumlah pahlawan nasional lainnya yang berjasa bagi bangsa.
Ke depan, Kaesang Pangarep juga memiliki agenda penting untuk berziarah ke makam Proklamator sekaligus Presiden Pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Proklamator. Rencana ziarah juga akan dilanjutkan ke makam Presiden Kedua RI Soeharto di Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah, melengkapi rangkaian penghormatan kepada para pendiri dan pemimpin bangsa Indonesia.
Sumber: AntaraNews