Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep baru-baru ini menuntaskan rangkaian ziarah ke makam para presiden Republik Indonesia. Kunjungan terakhirnya adalah ke Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah, tempat peristirahatan terakhir Presiden kedua RI Soeharto dan istrinya, Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto.
Ziarah yang dilakukan pada Sabtu malam, 24 Agustus, ini memiliki makna mendalam. Selain sebagai penutup agenda ziarah Kaesang, momen ini juga bertepatan dengan peringatan hari lahir almarhumah Ibu Tien Soeharto yang jatuh pada 23 Agustus 1923.
Dalam kesempatan tersebut, Kaesang menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian ziarah yang telah ia lakukan. Ia juga menekankan pentingnya menghormati jasa-jasa para pemimpin bangsa yang telah mendahului kita.
Advertisement
Advertisement
Mengenang 'Bapak Pembangunan' dan Falsafah Jawa
Kaesang Pangarep secara khusus mengenang sosok Soeharto sebagai "Bapak Pembangunan" Indonesia. Menurutnya, banyak infrastruktur penting yang dibangun pada masa kepemimpinan Soeharto masih kokoh berdiri hingga saat ini, menopang berbagai sendi kehidupan masyarakat.
Meskipun mengakui bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan setiap individu pasti memiliki kekurangan, Kaesang menegaskan bahwa jasa-jasa Soeharto tidak dapat dipungkiri. Kontribusinya terhadap pembangunan nasional masih dirasakan manfaatnya oleh generasi sekarang.
Putra Presiden Joko Widodo ini juga mengutip falsafah Jawa "mikul duwur mendem jero". Falsafah ini mengajarkan untuk menjunjung tinggi kebaikan seseorang dan memendam dalam-dalam segala kekurangannya.
Advertisement
Kaesang menambahkan bahwa falsafah tersebut sangat relevan dalam menghormati para pemimpin bangsa. "Kalau ada kebaikan ya kita tinggikan, tapi kalau ada keburukan ya kita tanam baik-baik," ujarnya, menekankan pentingnya menghargai warisan positif dari setiap presiden.
Advertisement
Rangkaian Ziarah Kaesang ke Makam Para Pemimpin Bangsa
Ziarah ke makam Soeharto dan Ibu Tien ini merupakan puncak dari serangkaian kunjungan Kaesang ke makam para mantan pemimpin Indonesia. Rangkaian ini dimulai pada Jumat, 22 Agustus, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Di TMP Kalibata, Kaesang berziarah ke makam Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie. Selain itu, ia juga menabur bunga di makam mantan Ketua MPR Taufik Kiemas, Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono), Perdana Menteri Pertama RI Sutan Sjahrir, dan Wakil Presiden ke-3 RI Adam Malik, serta sejumlah pahlawan nasional lainnya.
Setelah dari Jakarta, Kaesang melanjutkan perjalanannya ke Jawa Timur pada hari yang sama. Ia mengunjungi makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang terletak di lingkungan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.
Advertisement
Sebelum tiba di Astana Giri Bangun, Kaesang juga sempat berziarah ke makam Proklamator dan Presiden pertama RI, Soekarno, di Blitar. Seluruh rangkaian ziarah ini menunjukkan penghormatan Kaesang terhadap jasa para pendahulu bangsa.
Sumber: AntaraNews