Bupati Mimika Imbau Warga Jangan Terprovokasi Hoaks, Jaga Kamtibmas Jelang Nataru
Bupati Mimika Johannes Rettob meminta masyarakat tidak terprovokasi hoaks di media sosial yang berpotensi mengganggu kamtibmas Mimika, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melalui Bupati Johannes Rettob, secara tegas mengimbau seluruh warganya untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu dan pesan berantai bohong (hoaks) yang disebarkan melalui media sosial. Imbauan ini disampaikan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah tersebut. Penyebaran hoaks ini disinyalir sengaja diciptakan untuk membuat kondisi di Mimika menjadi tidak aman.
Bupati Rettob menekankan pentingnya verifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayainya, mengingat dampak negatif hoaks yang dapat memicu keresahan. Pernyataan ini disampaikan di Timika pada Sabtu, 6 Desember, setelah beberapa insiden kriminalitas terjadi di daerah tersebut. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Meskipun demikian, secara umum kondisi kamtibmas di Kota Timika dilaporkan cukup kondusif, meskipun sempat diwarnai dua kasus pembunuhan tukang ojek. Namun, pertikaian antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama masih berlangsung dan telah menelan korban jiwa.
Imbauan Bupati dan Kondisi Keamanan Terkini di Mimika
Bupati Mimika Johannes Rettob secara langsung meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Beliau menegaskan bahwa isu-isu yang beredar di media sosial seringkali sengaja dibuat untuk menciptakan ketidakamanan di Mimika. "Isu yang beredar di sosmed sengaja diciptakan untuk membuat situasi di Mimika menjadi kurang aman. Kami minta masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan berbagai isu yang tidak benar yang belum terverifikasi kebenarannya," kata John Rettob di Timika.
Kondisi kamtibmas di Kota Timika, menurut Bupati, secara umum cukup kondusif, bahkan setelah terjadinya dua kasus pembunuhan yang menimpa tukang ojek. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dan aparat dalam menjaga stabilitas. Bupati juga mencontohkan kegiatan 'car free day' di Jalan Cenderawasih sebagai bukti bahwa Timika tetap aman.
Namun, situasi di Distrik Kwamki Narama masih memerlukan perhatian serius. Pertikaian antardua kelompok warga di wilayah tersebut masih berlanjut dan telah mengakibatkan tiga korban jiwa. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi damai untuk menyelesaikan konflik ini.
Peran Aparat Keamanan dan Tanggung Jawab Pengguna Medsos
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menjamin keamanan warga Mimika dan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus kriminalitas yang terjadi. Aparat kepolisian meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus kepada mereka. "Percayakan kepada kami aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus-kasus itu. Jangan menciptakan masalah baru," imbau Kapolres Mimika.
Pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada penyebaran informasi di media sosial. Mereka mengingatkan para admin grup media sosial untuk bertanggung jawab dan melakukan verifikasi sebelum membagikan berita. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memperkeruh suasana kamtibmas.
"Admin grup media sosial tolong jangan sembarang bagikan berita karena nanti akan menimbulkan masalah baru," tambah Billyandha. Imbauan ini menunjukkan betapa krusialnya peran pengguna media sosial dalam menjaga stabilitas informasi dan mencegah dampak negatif dari berita yang tidak benar.
Seruan Tokoh Masyarakat untuk Kedamaian dan Persatuan
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau turut angkat bicara mengenai dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Timika. Beliau menegaskan bahwa insiden tersebut murni tindak kriminalitas yang menjadi ranah aparat penegak hukum untuk diusut tuntas. Penegasan ini bertujuan untuk meredakan spekulasi dan menjaga fokus pada proses hukum.
Primus Natikapereyau mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, terutama menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026. Momen perayaan ini diharapkan dapat berlangsung dalam suasana damai dan aman. "Mari kita semua menjaga tanah Mimika ini supaya menjadi tanah damai dan aman," pinta Primus.
Beliau juga secara khusus menyerukan kepada warga yang masih bertikai di Kwamki Narama untuk segera menghentikan konflik. Primus menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai demi masa depan Mimika. Seruan ini mencerminkan harapan besar dari para pemimpin daerah agar Mimika senantiasa menjadi wilayah yang aman dan harmonis.
Sumber: AntaraNews